Senin, 18 Juli 2022

Film “Inang” dari Indonesia Tayang Perdana di Bucheon International Fantastic Film Festival 2022

“Film Inang salah satu film yang terpilih dan bersaing dengan film-film dari negara-negara lain”
Poster Film Inang (Foto: Dok. IDN Pictures)
Sungguh hal yang sangat membanggakan, IDN Pictures melakukan world premiere Film Inang di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN), Korea Selatan. Film yang beraliran thriller-horor besutan sutradara Fajar Nugros ini mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi internasional Bucheon Choice Awards. Mewakili Indonesia, Film Inang merupakan salah satu dari sepuluh film yang terpilih dan bersaing dengan film-film dari negara lain seperti Jepang, Australia, Denmark, Spanyol, dan yang lainnya.

Pemutaran perdana (World Premiere) film Inang dilakukan dua kali di Bioskop CGV Sopung, pada tanggal 8 dan 13 Juli 2022. Dalam penayangan kedua, dihadiri oleh hampir seluruh pemain film, termasuk Naysilla Mirdad dan Lydia Kandou. Film ini juga mendapatkan respon yang baik dari penonton di Korea Selatan. Terbukti tiket Inang terjual habis sebelum pemutaran film dilakukan.

Sekilas tentang Film Inang

Film Inang ditulis oleh Deo Mahameru dan dibintangi oleh Naysilla Mirdad, Lydia Kandou, Dimas Anggara, Rukman Rosadi, Nungki Kusumastuti, Pritt Timothy, Rania Putrisari, Totos Rasiti, Muzakki Ramdhan, David Nurbianto, dan Emil Kusumo. Dalam film ini, Naysilla Mirdad beradu acting dengan ibunya, Lydia Kandou.
Foto: Dok. IDN Pictures
Film Inang menceritakan tentang seorang perempuan yang melawan dan melindungi bayinya dari kekuatan jahat yang ingin mengambil alih hidupnya. Inang terinspirasi dari realita kehidupan di jawa yang dibalut dengan mitos Rebo Wekasan. Film ini ingin memberikan pelajaran mengenai perjuangan seorang perempuan, kasih sayang orang tua, dan mitos Rebo Wekasan.

Selain film “Inang”, IDN Pictures juga membawa “Horor Keliling” yang dipilih oleh Network of Asia Fantastic Film (NAFF) Project Market untuk mengikuti seleksi It Project Selection bersama 12 judul lain.

Tahun ini IDN Pictures melalui dua proyek terpilih yaitu Inang (The Womb) di kompetisi utama Bucheon Choice dan Horor Keliling (Cursed Circus: Sweet Vengeance’s of A tale Teller) melalui It Project Selection, diharapkan dapat menjadi awal pengenalan karya-karya berkualitas dari sineas Indonesia yang bisa sukses di kancah internasional. Sehingga memotivasi dan mendorong para sineas Tanah Air untuk semakin produktif dalam menghasilkan karya-karya berkualitas lainnya.

Apa itu Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN)?

BIFAN adalah festival film internasional yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli di Bucheon, Korea Selatan. Sebelum tahun 2015, film tersebut dikenal sebagai Puchon International Fantastic Film Festival atau PiFan. Festival ini berfokus pada film horor, thriller, misteri, dan fantasi Korea Selatan dan internasional, dengan perhatian khusus pada sinema Asia dari Asia Timur dan Asia Tenggara.

Pada tahun 1997, Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) diresmikan di Bucheon, kota sastra kreatif UNESCO. Dengan motto “Stay Strange”, BIFAN berusaha menjadi festival film yang memberikan panggung dan dukungan bagi karya dan talenta non-mainstream yang memiliki potensi. Sudah banyak karya-karya sineas ternama seperti Peter Jackson, Darren Aronofsky, Guillermo del Toro, Jang Joonhwan, Christopher Nolan, dan Na Hongin yang telah diperkenalkan dan diputar melalui panggung BIFAN.

Menginjak tahun ke-26, BIFAN menjadi salah satu film internasional di Korsel yang sangat dihargai di masyarakat Korea dan asing. Bertema “Stay Strange", BIFAN secara khusus ingin menayangkan film dengan genre non konvensional, karya sineas yang tidak termasuk aliran mainstream. Pada tahun ini BIFAN menayangkan lebih dari 268 film dari 49 negara, termasuk Indonesia. Selama 11 hari film ditayangkan secara luring di bioskop CGV Sopung dan balai kota Bucheon serta daring melalui media https://www.wavve.com/.

Upacara pembukaan tahun ini diadakan secara luring di alun-alun Balai Kota Bucheon, setelah dua tahun sebelumnya dilakukan secara hybrid akibat pandemi COVID-19. KBRI Seoul turut mendukung serta memfasilitasi pelaku industri kreatif termasuk subsektor film untuk mengedepankan karya mereka guna menembus pasar Korsel yang potensial.

Apa kata mereka tentang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN)?

Foto: Dok. IDN Pictures
Gandi Sulistiyanto, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan saat menerima audiensi seluruh pendukung Film Inang, termasuk produser, sutradara dan pemain, menyampaikan bahwa penayangan Film Inang berskala internasional ini akan memberikan sinyal positif bagi industri perfilman Tanah Air.

“Penayangan perdana Film Inang berskala internasional di Festival Film Internasional Bucheon adalah sinyal positif bahwa industry perfilman Tanah Air terus produktif meski di masa pandemi. Hal ini tidak hanya membanggakan bagi insan perfilman di Tanah Air tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia khususnya diaspora Indonesia di Korea Selatan,” ujarnya.

“Melalui film ini kami di IDN Pictures mengangkat sebuah tema yang sarat akan kultur dan budaya Indonesia dengan unsur misteri yang menimbulkan banyak tanda tanya dan juga rasa penasaran. Kami di IDN Pictures selalu berkomitmen untuk membuat karya yang tidak hanya menghibur, tapi juga menghadirkan pengalaman hidup bagi yang menyaksikan. Film Inang merupakan contoh nyata dari komitmen tersebut. Tentu kami sangat bersyukur kesungguhan kami menggarap film Inang bisa mendapatkan apresiasi di BIFAN. Nantikan segera tanggal mainnya di Indonesia!” Diungkapkan Susanti Dewi, produser Film Inang.

“Ini menjadi salah satu momen berkesan dalam perjalanan karier saya. Proses pembuatan film “Inang” tentu tidaklah mudah. Namun dengan kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat, film ini pun berhasil mendapat apresiasi dari BIFAN, sebuah festival film tingkat internasional. Tidak hanya bagi saya pribadi dan tim IDN Pictures, semoga pencapaian ini juga dapat memberikan motivasi kepada sinesa-sineas Indonesia lainnya untuk terus berani berkarya karena sejatinya kita mampu dan kita siap untuk unjuk gigi di mata dunia”, diungkapkan Fajar Nugros, sutradara Film Inang.


1 komentar

  1. The greatest method to begin your career path in the world of 3D printing is through entry-level apply. Below, we’ve compiled a listing of one of the best 3D printing ideas for newbie projects that you can create. You will see fundamental ideas and methods that are be} basic to understanding this type of labor. It is essential that you know how how|you know the way} to handle a number of} supplies, shipments, machines, and orders if you’re Renpho Massagers promoting 3D-printed supplies. In this way, the 3D printing course of could have a passable outcome on assembly strains for subsequent product promotions.

    BalasHapus