Minggu, 07 Agustus 2022

7 Fenomena Citayam Fashion Week (CFW)

7 Fenomena Citayam Fashion Week (CFW)

"Citayam Fashion Week menjadi fenomena fashion yang mendobrak budaya fashion sebelumnya"
Citayam Fashion Week
Maraknya media sosial dan akses informasi yang semakin mudah, membuat banyak terjadinya pergeseran dan perubahan gaya hidup masyarakat, terutama anak muda. Kegiatan berkumpul bersama teman di café atau tempat tertentu yang biasa disebut dengan ‘nongkrong’ menjadi tren anak muda masa kini. Mereka biasanya berkumpul, berdiskusi, bercanda, ngobrol, sambil bersantai dengan gadjet yang tidak lepas dari tangan mereka.

Membuat konten di media sosial merupakan salah satu aktivitas yang banyak dilakukan anak muda zaman sekarang. Mereka berlomba-lomba untuk menghasilkan konten yang bagus dan viral. Konten viral memiliki manfaat misal, menambah follower, mendapatkan endorse, menjadi terkenal dan menghasilkan uang.

Seperti yang ramai diperbincangkan beberapa pekan terakhir, yaitu Citayam Fashion Week (CFW). Tren CFW ini berawal dari anak-anak muda yang berasal dari daerah di sekitaran Jakarta: Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Mereka mengahabiskan waktu untuk membuat konten di Kawasan Dukuh Atas Sudirman dan berhasil membuat konten viral di Tik Tok. Sekarang, kawasan ini dikenal dengan sebutan SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok).

Di sana mereka mengekspresikan diri dengan memakai outfit fashionable dan berjalan di zebra cross layaknya model profesional. Tidak butuh waktu lama, dengan sendirinya secara organik terbentuklah suatu kelompok dan gerakan yang kini dikenal dengan Citayam Fashion Week. Seiring berjalannya waktu, banyak fenomena-fenomena yang bermunculan dari CFW ini, diantaranya:

1. Tampil Fashionable Tidak Harus Mahal

Pandangan banyak orang mengenai fashion cenderung melihat sebagai sesuatu yang mahal. Harus memakai pakaian karya designer ternama, menggunakan material kain yang bagus, design baju yang stylish, dimana setiap detailnya mengandung makna dan filosofi tertentu, dan modelnya pun tampak sempurna secara fisik.

Menariknya, semua itu tidak berlaku untuk Citayam Fashion Week. Tren CFW mendobrak pemikiran dan budaya yang ada selama ini. Untuk bisa berekspresi dan tampil fashionable, tidak harus mahal. Outfit yang dipakai merupakan style apa adanya sesuai kemampuan budget yang mereka miliki.

Dari beberapa konten yang mereka bagikan di media sosial, umumnya outfit yang mereka pakai tergolong murah. Harga outfit yang mereka pakai mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki berkisar antara puluhan sampai ratusan ribu rupiah saja. Karena yang lebih dibutuhkan dalam dunia seni adalah kreatifitas.

2. Lahir dari Masyarakat Menengah ke Bawah

Adanya CFW terbentuk secara organik dari anak-anak muda yang suka hangout di sekitar Sudirman. Mereka menghabiskan waktu menikmati keindahan Jakarta yang semakin ramah terhadap pengguna jalan. Bangunan-bangunan sarana publik yang semakin bagus, menarik pengunjung untuk datang ke sana.

Dilihat dari jebolan figur CFW seperti Bonge, Jeje, Roy dan Kurma, mereka berasal dari keluarga kalangan menengah ke bawah atau anak-anak yang putus sekolah. Seperti yang sudah diberitakan di beberapa media, Bonge putus sekolah ketika kelas 3 SD karena ayahnya meninggal dunia sehingga tidak memiliki cukup biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Sedangkan Jeje baru lulus SMP dan kabur dari rumahnya. Roy juga bernasib sama seperti Jeje, lulusan SMP. Begitu juga dengan Kurma, ia putus sekolah karena keterbatasan biaya padahal sebenarnya ia bercita-cita menjadi seorang dokter.

Putus sekolah tidak menghentikan mereka untuk berkreasi dan mengekspresikan diri. Mereka menyadari bahwa sekolah bukanlah jalan satu-satunya untuk meraih kesuksesan. Terbukanya akses informasi dapat memudahkan banyak orang untuk mencapai kesuksesan sesuai versinya.

3. Fashion Show di Zebra Cross

Seperti yang kita tahu brand fashion seperti Paris Fashion Week atau Jakarta Fashion Week biasanya digelar di mall dan hotel mewah. Sangat berbeda dengan Citayam Fashion Week yang menggelar fashion show di zebra cross. Mereka melakukan fashion show dengan menghentikan para pengguna jalan yang melintasi zebra cross.

Menggunakan zebra cross untuk tempat fashion memang bukan pada tempatnya. Tetapi ini terjadi secara spontanitas ketika melewati zerbra cross, yang akhirnya diikuti oleh banyak orang. Semakin hari animo masyarakat semakin tinggi untuk datang dan mencoba bagaimana rasanya fashion show di sini.

Aksi ini juga memiliki dampak negatif, yaitu menyebabkan terjadinya kemacetan di Dukuh Atas Sudirman dan banyak sampah yang berserakan. Tidak heran jika beberapa waktu lalu Cinta Laura bersama ‘Pasukan Biru’ melakukan gerakan membersihkan sampah di tempat CFW. Cinta mengungkapkan bahwa ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat supaya membuang sampah pada tempatnya.

“Kita harap dari aksi yang kita lakukan hari ini kita bisa memberikan example yang baik buat temen-temen. Mau fashionable, mau melakukan Citayam Fahion Week gak apa-apa, tapi bukan berarti merusak lingkungan,” ujar Cinta Laura, yang dikutip dari akun Instagramnya.

4. Banjir Tawaran Beasiswa

Setelah viral dan menjadi pemberitaaan di media massa baik nasional maupun internasional, CFW mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sandiaga Uno selaku Menteri Parekraf, menawarkan beasiswa pendidikan kepada Roy dengan harapan Roy bisa mengembangkan potensinya dan bisa menggerakkan ekonomi kreatif terutama di bidang fashion. Namun Roy Citayam menolak beasiswa tersebut. Roy beralasan lebih baik mencari uang untuk membantu orang tuanya.

“Saya gak mau, lebih baik cari duit buat membantu orang tua. Takutnya kalau dikasih beasiswa males-malesan sekolahnya, malah mengecewakan.” Ujar Roy yang dikutip dari acara Pagi-Pagi Ambyar Trans TV (14/7/22).

Tidak hanya Kemenparekraf, Gubernur Jawa Barat juga ikut memberikan apresiasi terhadap maraknya CFW ini. Sebagai Gubernur Jawa Barat yang membawahi daerah Citayam, Bojong Gede, dan Depok, Ridwan Kamil akan membiayai sekolah Bonge yang sempat terputus dan juga akan merenovasi rumahnya.

Ridwan Kamil menyampaikan bahwa sekolah itu penting, dengan sekolah kamu bisa mempengaruhi banyak orang, “sekolah itu nanti membuat kamu bisa jadi pemimpin bonge. Kamu sekarang gak sekolah aja bisa mempengruhi ribuan orang. Bayangkan kalau kamu pinter, kamu sekolah, kamu bisa mempengaruhi jutaan orang. Fashion kamu itu kalau dengan kamu sekolah, bisa mengintervensi Singapur, Malaysia suatu hari nanti. Jadi gunakan sekolah itu justru untuk mempermudah cita-cita kamu, ya.” Ujarnya kepada Bonge, dikutip dari acara Demokrasi tvOneNews (26/7/2022).

5. Sejumlah Artis dan pejabat ikuti Citayam Fashion Week

Paula Verhoeven, Jessica Iskandar, Gisella Anastasia dan 
Krisdayanti catwalk di Citayam Fashion Week 
Fenomena Citayam Fashion Week menarik perhatian banyak kalangan mulai dari Pejabat pemerintah, para artis hingga selebgram. Beberapa artis ibu kota yang turun gunung untuk ikut meramaikan CFW diantaranya: Krisdayanti, Paula Verhoeven, Baim Wong, Zaskia Sungkar, Kiky Safitri, Rina Nose, Jessica Iskandar, Gisella Anastasia, Chika Jessica, Athalla Naufal,Teuku Ryan, Afdhal Yusman, Dinar Candy, dan lain-lain.
Ridwan Kamil dan Anis Baswedan beserta kolega catwalk di Sudirman
Beberapa pejabat pemerintah pun ikut meramaikan CFW ini. Gubernur Jakarta, Anis Baswedan beserta koleganya yang dari luar negeri tampak berjalan atau fashion show di zebra cross yang sekarang dikenal dengan SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok). Setelah Gubernur Jakarta, Gubernur Jawa Barat pun turut datang ke SCBD dan melewati zebra cross yang sedang ramai jadi perbincangan itu.

6. Menginspirasi Kota-Kota lain

Viralnya CFW ini menginspirasi anak-anak muda di kota-kota besar lainnya di Indonesia, untuk melakukan hal yang sama dengan sedikit konsep yang berbeda. Alhasil, muncullah fashion week-fashion week baru seperti:
1). Bandung (Braga Fashion Week)
2). Surabaya (Jalan Tunjungan)
3). Yogyakarta (Malioboro Fashion Week)
4). Malang (Kayutangan Street Style)
5). Medan (Medan Fashion Week)
6). Semarang (Semarang Fashion Week)
7). Madiun (Madiun Fashion Week)
8). Sukabumi (bertempat di Cibadak)

7. Pro Kontra Hak Kekayaan Intelelektual (HAKI)

Tren CFW bisa menjadi brand yang bisa tumbuh dan berkembang lebih baik ke depannya. Ini menarik PT Tiger Wong untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) CFW ke Kemenkumham. Baim Wong sebagai pemilik perusahaan tersebut menyebut bahwa dirinya mendaftarkan CFW ini berawal dari istrinya yang mengerti tentang fashion dan menganggap CFW ini adalah sebuah achievement dimana fashion itu gak harus mahal dan supaya CFW menjadi ajang yang legal.

"Kenapa saya tergerak? Berawal semua ini karena istri saya. Karena dia mengerti dunia fashion, dan dia melihat Citayam Fashion Week ini adalah gerakan di mana orang-orang yang sudah mempedulikan fashion. Dan ternyata di Indonesia, fashion itu nggak harus mahal, dan mereka bangga memakainya. Kebanggaan itu adalah achievement yang penting dan itu harus dibudayakan," ungkapnya.

Baim menambahkan bahwa visinya mendaftarkan CFW ini supaya CFW menjadi ajang yang legal, "Citayam Fashion Week ini bukan milik saya. Ini milik mereka semua, ini milik Indonesia. Saya hanyalah orang yang punya visi menjadikan Citayam Fashion Week sebagai ajang untuk membuat tren ini menjadi wadah yang legal dan nggak musiman. Dan yang paling penting bisa memajukan fashion Indonesia di mata dunia," ujar Baim Wong melalui Instagram pribadinya, Senin (25/7/2022).

Selain PT Tiger Wong, PT Indigo Aditya Nugroho juga mendaftarkan HAKI CFW ke Kemenkumham. Pasalnya, pihak Indigo mengaku mendaftarkan merek ini atas dasar kekhawatiran bahwa merek CFW akan kehilangan identitas dan orisinalitas acara, dimana konten-kontennya dibuat oleh creator lokal.

Setelah pendaftaran kedua perusahaan itu bergulir dan informasinya tersebar luas di masyarakat, akhirnya menimbulkan pro dan kontra. Buntut dari pendaftaran CFW ini Gubernur Jawa barat turut memberikan komentar dan masukan melalui akun instagramnya.

”Nasehat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus selalu dilihat dari sisi komersial. Fenomena #CitayamFashionWeek itu adalah Gerakan organik akar rumput yang tumbuhkembangnya harus natural dan organik pula. Jika pun ingin diorganisasikan lebih baik, biarlah mereka sendiri yang mengurusnya melalui komunitasnya. Oleh mereka bukan Anda.”

Dari berbagai fenomena Citayam Fashion Week, baik dari segi kebersihan, pendidikan, kemacetan, dan Hak Kekayaan Intelektual, CFW sudah mulai di tertibkan pelaksanaannya. Kalau sebelumnya, acaranya diadakan di zebra cross Dukuh Atas, Jakarta Pusat, sekarang sudah berpindah di trotoar depan Mall Kuningan City.

































Senin, 18 Juli 2022

 Film “Inang” dari Indonesia Tayang Perdana di Bucheon International Fantastic Film Festival 2022

Film “Inang” dari Indonesia Tayang Perdana di Bucheon International Fantastic Film Festival 2022

“Film Inang salah satu film yang terpilih dan bersaing dengan film-film dari negara-negara lain”
Poster Film Inang (Foto: Dok. IDN Pictures)
Sungguh hal yang sangat membanggakan, IDN Pictures melakukan world premiere Film Inang di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN), Korea Selatan. Film yang beraliran thriller-horor besutan sutradara Fajar Nugros ini mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi internasional Bucheon Choice Awards. Mewakili Indonesia, Film Inang merupakan salah satu dari sepuluh film yang terpilih dan bersaing dengan film-film dari negara lain seperti Jepang, Australia, Denmark, Spanyol, dan yang lainnya.

Pemutaran perdana (World Premiere) film Inang dilakukan dua kali di Bioskop CGV Sopung, pada tanggal 8 dan 13 Juli 2022. Dalam penayangan kedua, dihadiri oleh hampir seluruh pemain film, termasuk Naysilla Mirdad dan Lydia Kandou. Film ini juga mendapatkan respon yang baik dari penonton di Korea Selatan. Terbukti tiket Inang terjual habis sebelum pemutaran film dilakukan.

Sekilas tentang Film Inang

Film Inang ditulis oleh Deo Mahameru dan dibintangi oleh Naysilla Mirdad, Lydia Kandou, Dimas Anggara, Rukman Rosadi, Nungki Kusumastuti, Pritt Timothy, Rania Putrisari, Totos Rasiti, Muzakki Ramdhan, David Nurbianto, dan Emil Kusumo. Dalam film ini, Naysilla Mirdad beradu acting dengan ibunya, Lydia Kandou.
Foto: Dok. IDN Pictures
Film Inang menceritakan tentang seorang perempuan yang melawan dan melindungi bayinya dari kekuatan jahat yang ingin mengambil alih hidupnya. Inang terinspirasi dari realita kehidupan di jawa yang dibalut dengan mitos Rebo Wekasan. Film ini ingin memberikan pelajaran mengenai perjuangan seorang perempuan, kasih sayang orang tua, dan mitos Rebo Wekasan.

Selain film “Inang”, IDN Pictures juga membawa “Horor Keliling” yang dipilih oleh Network of Asia Fantastic Film (NAFF) Project Market untuk mengikuti seleksi It Project Selection bersama 12 judul lain.

Tahun ini IDN Pictures melalui dua proyek terpilih yaitu Inang (The Womb) di kompetisi utama Bucheon Choice dan Horor Keliling (Cursed Circus: Sweet Vengeance’s of A tale Teller) melalui It Project Selection, diharapkan dapat menjadi awal pengenalan karya-karya berkualitas dari sineas Indonesia yang bisa sukses di kancah internasional. Sehingga memotivasi dan mendorong para sineas Tanah Air untuk semakin produktif dalam menghasilkan karya-karya berkualitas lainnya.

Apa itu Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN)?

BIFAN adalah festival film internasional yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli di Bucheon, Korea Selatan. Sebelum tahun 2015, film tersebut dikenal sebagai Puchon International Fantastic Film Festival atau PiFan. Festival ini berfokus pada film horor, thriller, misteri, dan fantasi Korea Selatan dan internasional, dengan perhatian khusus pada sinema Asia dari Asia Timur dan Asia Tenggara.

Pada tahun 1997, Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) diresmikan di Bucheon, kota sastra kreatif UNESCO. Dengan motto “Stay Strange”, BIFAN berusaha menjadi festival film yang memberikan panggung dan dukungan bagi karya dan talenta non-mainstream yang memiliki potensi. Sudah banyak karya-karya sineas ternama seperti Peter Jackson, Darren Aronofsky, Guillermo del Toro, Jang Joonhwan, Christopher Nolan, dan Na Hongin yang telah diperkenalkan dan diputar melalui panggung BIFAN.

Menginjak tahun ke-26, BIFAN menjadi salah satu film internasional di Korsel yang sangat dihargai di masyarakat Korea dan asing. Bertema “Stay Strange", BIFAN secara khusus ingin menayangkan film dengan genre non konvensional, karya sineas yang tidak termasuk aliran mainstream. Pada tahun ini BIFAN menayangkan lebih dari 268 film dari 49 negara, termasuk Indonesia. Selama 11 hari film ditayangkan secara luring di bioskop CGV Sopung dan balai kota Bucheon serta daring melalui media https://www.wavve.com/.

Upacara pembukaan tahun ini diadakan secara luring di alun-alun Balai Kota Bucheon, setelah dua tahun sebelumnya dilakukan secara hybrid akibat pandemi COVID-19. KBRI Seoul turut mendukung serta memfasilitasi pelaku industri kreatif termasuk subsektor film untuk mengedepankan karya mereka guna menembus pasar Korsel yang potensial.

Apa kata mereka tentang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN)?

Foto: Dok. IDN Pictures
Gandi Sulistiyanto, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan saat menerima audiensi seluruh pendukung Film Inang, termasuk produser, sutradara dan pemain, menyampaikan bahwa penayangan Film Inang berskala internasional ini akan memberikan sinyal positif bagi industri perfilman Tanah Air.

“Penayangan perdana Film Inang berskala internasional di Festival Film Internasional Bucheon adalah sinyal positif bahwa industry perfilman Tanah Air terus produktif meski di masa pandemi. Hal ini tidak hanya membanggakan bagi insan perfilman di Tanah Air tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia khususnya diaspora Indonesia di Korea Selatan,” ujarnya.

“Melalui film ini kami di IDN Pictures mengangkat sebuah tema yang sarat akan kultur dan budaya Indonesia dengan unsur misteri yang menimbulkan banyak tanda tanya dan juga rasa penasaran. Kami di IDN Pictures selalu berkomitmen untuk membuat karya yang tidak hanya menghibur, tapi juga menghadirkan pengalaman hidup bagi yang menyaksikan. Film Inang merupakan contoh nyata dari komitmen tersebut. Tentu kami sangat bersyukur kesungguhan kami menggarap film Inang bisa mendapatkan apresiasi di BIFAN. Nantikan segera tanggal mainnya di Indonesia!” Diungkapkan Susanti Dewi, produser Film Inang.

“Ini menjadi salah satu momen berkesan dalam perjalanan karier saya. Proses pembuatan film “Inang” tentu tidaklah mudah. Namun dengan kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat, film ini pun berhasil mendapat apresiasi dari BIFAN, sebuah festival film tingkat internasional. Tidak hanya bagi saya pribadi dan tim IDN Pictures, semoga pencapaian ini juga dapat memberikan motivasi kepada sinesa-sineas Indonesia lainnya untuk terus berani berkarya karena sejatinya kita mampu dan kita siap untuk unjuk gigi di mata dunia”, diungkapkan Fajar Nugros, sutradara Film Inang.


Jumat, 01 Juli 2022

Kuliah Bukan untuk Mencari Pekerjaan

Kuliah Bukan untuk Mencari Pekerjaan

"Kuliah tidak menjamin mendapatkan pekerjaan"
Foto: Instagram.com/@tasyakamila
Menempuh pendidikan tinggi merupakan keinginan dan cita-cita banyak orang. Tetapi tidak semua orang mampu melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Suatu keberuntungan buat kamu yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan atau kuliah di perguruan tinggi.

Belajar di perguruan tinggi tidak hanya tentang materi kuliah yang berbeda seperti waktu di sekolah, yang dianggap lebih sulit. Tetapi belajar di perguruan tinggi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika kita tidak memiliki kecukupan finansial, maka pupus lah keinginan untuk kuliah. Kecuali untuk anak yang cerdas, bisa kuliah melalui beasiswa. Tetapi itu pun tidak mudah untuk mendapatkannya.

Namun betapa pun sulitnya kuliah, banyak orang yang bekerja keras untuk bisa kuliah, karena kuliah dianggap bisa meningkatkan status sosial di masyarakat dan ijazahnya bisa digunakan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Apa itu kuliah?

Kuliah merupakan suatu kegiatan seseorang yang disebut mahasiswa, yang belajar di perguruan tinggi dalam rangka menambah ilmu pengetahuan dan ketarampilan. Seseorang yang bisa melanjutkan kuliah ialah mereka yang sudah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Kuliah merupakan jenjang pendidikan tertinggi dalam dunia Pendidikan. Sehingga banyak mahasiswa yang rela membayar puluhan sampai ratusan juta rupiah agar bisa kuliah.

Tujuan Kuliah

Setiap tindakan pasti mempunyai tujuan, termasuk kuliah. Orang yang kuliah memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang berniat untuk mancari dan menambah ilmu. Ada yang niatnya untuk mengikuti kehendak orang tua. Ada pula yang berniat agar mudah mencari pekerjaan. Bahkan ada mahasiswa yang melanjutkan kuliah karena hanya gengsi dengan teman-temannya. Ada pula yang kuliah hanya untuk mencari ijazah dengan gelar sarjana yang nantinya akan melekat dibelakang nama mereka yang menurut mereka akan dapat memudahkan dalam mencari pekerjaan.

Dari berbagai macam tujuan dalam kuliah, yang paling umum adalah untuk mendapatkan pekerjaan setelah selesai kuliah. Mindset seperti ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, kenapa? Karena di dunia kerja memang banyak perusahaan-perusahaan atau instansi pemerintah yang menetapkan standar S1/S2 dalam penerimaan karyawannya, terutama untuk posisi-posisi strategis. Sudah bukan rahasia lagi, lowongan pekerjaan yang tersedia dalam perekrutan karyawan, biasanya mensyaratkan adanya standar kelulusan. Jadi wajar jika banyak orang yang kuliah untuk mendapatkan pekerjaan. Sehingga mindset masyarakat dengan sendirinya terbentuk bahwa kuliah untuk mendapatkan pekerjaan.

Banyak orang sukses tanpa kuliah
Susi Pudjiastuti
Ketika banyak orang berpikir kuliah untuk mendapatkan pekerjaan, di sisi lain ada banyak orang yang diketahui mampu menjadi pengusaha sukses tanpa harus capek-capek kuliah. Sebagai contoh Ibu Susi Pudji Astuti, yang notabenenya lulusan SMP. Beliau mempunyai beberapa bidang usaha, salah satunya yang dikenal publik yaitu Penerbangan Susi Air. Beliau juga pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya beliau bisa menjadi menteri dan pengusaha sukses seperti sekarang.

Ada beberapa nama lain yang tidak kuliah tetapi sukses menjadi pengusaha dan bidang lainnya, seperti Andrie Wongso (Motivator & pengusaha), Bob Sadino (Pengusaha sukses), Rafi Ahmad (Artis & pengusaha), Purdi E. Chandra (Pendiri Bimbel Primagama), Ajip Rosidi (Author), Andy F. Noya (Presenter) dan masih banyak lagi lainnya.

Sebaliknya, banyak mahasiswa yang sudah lulus S1 atau S2 belum mendapatkan pekerjaan. Kalau kuliah untuk mendapatkan pekerjaan, seharusnya mereka sudah bekerja di tempat yang mereka inginkan. Ini membuktikan bahwa sebenarnya kuliah bukan untuk mencari pekerjaan.

Esensi Kuliah

Kuliah pada dasarnya sama dengan jenjang pendidikan sebelumnya seperti SD, SMP, dan SMA yaitu belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar terbentuk pribadi yang terdidik dan memiliki pengetahuan yang luas sesuai jenjang atau masanya. Yang membedakan hanya nama dan sistem yang ada di perguruan tinggi dan sekolah tersebut.

Jadi kuliah pada dasarnya untuk mencari ilmu. Sama halnya ketika kamu belajar di sekolah-sekolah non formal seperti pesantren, tempat kursus, training, kajian, membaca buku, dan sebagainya. Kalau ada orang yang tidak kuliah tetapi sukses dalam pekerjaan itu wajar, karena kuliah bukan jaminan untuk sukses atau mendapatkan pekerjaan. Kuliah hanyalah salah satu faktor yang dapat mengantarkanmu menuju kesuksesan. Masih banyak faktor-faktor lain yang bisa mengantarkanmu mencapai kesuksesan yang diinginkan, misalnya kerja keras, disiplin, skill, kreatifitas, komunikasi yang baik, jujur, tidak pantang menyerah dan lain-lain.

Pertanyaannya, apakah salah kalau kuliah untuk mencari kerja? Kalau kuliah diniatkan untuk mencari kerja tidak salah, akan tetapi tidak mendapatkan pahala mencari ilmu, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
                                                                                                                       إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ
Artinya: "Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niatnya." (HR. Bukhari Muslim).

Jadi supaya mendapatkan pahala mencari ilmu, ketika kuliah hendaknya diniatkan untuk mencari ilmu bukan mencari pekerjaan. Namun bersamaan dengan niat mencari ilmu itu, kamu boleh mengambil jurusan yang disesuaikan dengan pekerjaan yang kamu inginkan nantinya.

Selasa, 07 Juni 2022

4  Pesona King Faaz, Tak Hanya Tampan tapi Pandai Mengaji

4 Pesona King Faaz, Tak Hanya Tampan tapi Pandai Mengaji

Foto: Instagram.com/@kingfaazarafiqreal
Sosok King Faaz A. Rafiq, putra sulung dari Fairus A. Rafiq dan Galih Ginanjar kini tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, pintar dan soleh. Kemunculannya di beberapa acara TV dan podcast membuatnya semakin popular dan viral di sosial media.

Banyak orang yang terkagum-kagum dengan putra sulung Fairuz A. Rafiq ini, bagaimana tidak? Anak yang baru berusia 10 tahun ini sudah memiliki sikap dan pemikiran layaknya orang dewasa. Ini tidak lepas dari didikan kedua orang tuanya yaitu fairus A. Rafiq dan ayah sambungnya, Sonny Septian.

Tidak hanya tampan dan dewasa, King Faaz juga memiliki daya tarik yang membuat netizen gemas dan ingin punya anak seperti dirinya. Ingin tahu apa saja pesona King Faaz? Baca selengkapnya:
Foto: Instagram.com/@kingfaazarafiqreal
1. Memiliki Wajah Yang Tampan

Ketampanan King Faaz tidak seperti anak Indonesia pada umumnya. Hidungnya yang mancung dan alis yang tebal, membuat King Faaz memiliki ciri khas ketampanan ala Timur Tengah seperti orang Arab.

Wajah tampan King Faaz merupakan salah satu daya tarik yang mampu memikat perhatian dan pandangan netizen baik anak-anak, remaja, dewasa bahkan ibu-ibu. Ketampanan Faaz tentu tidak lepas dari gen Sang Ibu yang keturunan India, dimana Fairus merupakan puteri dari penyanyi dangdut terkenal, almarhum A. Rafiq.

2. Pandai Mengaji

Sebagai seorang muslim, King Faaz memiliki kemampuan mengaji yang sangat baik. Sebagai anak dari seorang artis, tentu ini kelebihan yang tidak biasa, dimana anak-anak artis seusianya biasanya banyak yang melatih skillnya dalam acting, menyanyi, model, atau presenter.
Kepiawaian King Faaz dalam mengaji membuat banyak orang kagum. Tidak hanya netizen, Ashanty pun terkagum-kagum dengan Faaz. Ketika itu Ashanty memenuhi undangan Fairuz dalam acara Tasyakuran Aqiqah dan Khitan adik Faaz, King Zhafi Zayyan Shafa. Dalam acara itu, Faaz mendo’akan Sang Adik dengan melantunkan surat ‘Abasa. Ashanty menyaksikan sendiri bagaimana kepiawaian Faaz dalam mengaji dan berbicara di depan umum.

”Aku tuh tadi terharu banget gaes pergi, baru ini aku ngelihat anaknya fairus sama Sonnya. Aduh, kayak bener-bener anak sholeh, ngajinya bagus, cara ngomongnya juga pinter bangeet, Ya Allaah pengen kenalin ke Arsy.” Kata Ashanty, yang dikutip dari akun YouTube The Hermansyah A6.

3. Memiliki Sikap yang dewasa

Di usianya yang baru genap 10 tahun pada 12 April 2022 lalu, King Faaz termasuk anak yang mampu bersikap dewasa melebihi usianya. Ia sudah pandai bagaimana mengatur waktu dengan baik, seperti kapan waktunya belajar, kapan waktunya ngaji dan kapan waktunya harus bermain.

“Kalau bisa, mainnya Sabtu Minggu, pas kita lagi rileks santai,” ujar Faaz yang dikutip di akun YouTube Rans Entertainment.

Dalam mendidik Faaz, Fairuz menanamkan Pendidikan Agama dahulu sebagai pondasinya. Jika pondasinya sudah kuat, maka dia akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

4. Menghormati dan Mencintai Ibunya

Sebagai seorang anak yang broken home, Faaz tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar. Perceraian yang dialami oleh orang tuanya menjadi pelajaran berharga baginya. Tumbuh di tengah situasi emosional yang dialami Sang Ibu, membuat Faaz lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga ia menjadi anak yang patuh kepada nasehat ibu dan ayah sambungnya, Sonny Septian.

“Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu,” ujar Faaz yang dikutip dari akun YouTube Denny Sumargo.

Seorang anak yang mampu mencintai dan menghormati ibunya, insyaa Allah akan menjadi anak yang bertanggung jawab kelak baik sebagai anak, ayah dan suami. Rasa cintanya terhadap Sang Ibu membuat netizen terharu.

Pesona King Faaz membawa pengaruh positif bagi para orang tua dan anak-anak. Faaz menginspirasi banyak orang yang menginginkan mempunyai anak yang pintar, soleh dan berkarakter seperti dirinya. Fairuz dan Sonny telah berhasil sebagai orang tua dalam mendidik anak-anaknya.





Minggu, 29 Mei 2022

Cerita sang Ibu dalam Memilih Sekolah untuk Maudy Ayunda

Cerita sang Ibu dalam Memilih Sekolah untuk Maudy Ayunda

"Ibu Mauren rela duduk di kantin sekolah, untuk mengintip proses belajar di beberapa Sekolah Dasar (SD)"
Foto: Instagram.com/@muren.s
Artis cantik Maudy Ayunda sedang menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir, setelah mempublikasikan pernikahannya bersama Jesse Choi di Instagram pribadinya pada 22 Mei 2022 lalu. Kabar bahagia itu mengejutkan banyak orang, karena sebelumnya Maudy diketahui sedang tidak menjalin hubungan dengan seorang pria, tapi tiba-tiba langsung menikah. Maudy bertemu dengan pujaan hatinya ketika menempuh pendidikan S2 di Stanford University, dimana mereka berdua belajar di university dan jurusan yang sama yaitu Master of Business Administration (MBA).
Foto: Instagram.com/@maudyayunda                                                                                      
Ramainya pemberitaan media mengenai Maudy Ayunda, membuat banyak orang menyorot kehidupan Maudy baik dari segi percintaan, keluarga, karir dan pendidikannya. Yang paling menonjol dan dikagumi banyak orang dari segi prestasi akademiknya, sehingga banyak yang mencari tahu mengenai latar belakang pendidikan Maudy mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai kuliah S2.

Diketahui, Maudy menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Mentari International School yang sekarang berganti nama Mentari Intercultural School di Jakarta. Maudy melanjutkan studynya di SMA British International School Jakarta, S1 di Oxford University dan S2 di Stanford University. 

Orang mulai menghitung-hitung biaya pendidikan Maudy dan berpikir jika ingin berhasil seperti Maudy, maka harus bersekolah di sekolah bertaraf internasional. Namun anggapan ini sudah dipatahkan oleh ibunda Maudy, Mauren Jasmedi, yang mengatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan tidak harus sekolah bertaraf internasional. Beliau menceritakan melalui Instagram pribadinya @muren.s pada 10 Juli 2021, bagaimana waktu itu mencari sekolah yang cocok untuk putrinya, Maudy Ayunda:

Haruskah sekolah di Sekolah International ??
Kemarin sempat dibahas di sosmed, bahkan banyak yang mencoba menghitung-hitung uang sekolah anak saya😊. Karena sedang luang, biarlah saya berbagi di sini. Perjuangan saya saat menjadi ibu-ibu muda kala itu.😊
Foto Maudy saat sekolah di Mentari International School
(Sumber: Instagram.com/@muren.s)
Saat anak saya TK & sampai kelas 2 SD, mereka bersekolah di sekolah berkurikulum nasional awalnya, sama sekali tidak terpikir pindahkan anak dari sekolah tersebut. Sampai suatu saat, ketika saya menemani anak-anak belajar, saya kecewa atas materi pembelajaran kala itu, dimana murid diminta menghapal nama-nama kecamatan di Jakarta, dan materi-materi hapalan lain yang saya anggap kurang tepat. 

Sejak itu, ada saja materi belajar anak-anak yang membuat saya tidak nyaman. Mau protes tapi kepada siapa? Daripada sibuk cari kesalahan orang, mulailah saya hunting mencari sekolah lain yang lebih sesuai harapan saya. Saat mencari-cari SD kala itu, saya tidak masuk ke ruang kantor, tapi saya coba duduk di kantin, mendengar murid-murid berceloteh, mengintip proses belajar di beberapa kelas & itu saya lakukan setiap hari dibeberapa SD. 

Hingga suatu hari, saya mendapatkan 1 SD berkurikulum Nasional Plus, yang terbilang masih baru, & bahkan anak saya baru akan menjadi angkatan ke 2 di sekolah itu & bermurid hanya 9 orang per kelas. Mungkin bagi sebagian orang, sekolah dengan minim fasilitas ini bukan pilihan menarik. Tapi saat memasuki sekolah itu saya sungguh telah jatuh cinta. Sekolah itu tidak besar, tapi murid-muridnya terlihat sangat santun, walau berbicara dalam bahasa asing. Guru-guru terlihat begitu dekat dengan murid-murid. Saat saya mengintip di kelas-kelas, terasa proses belajar yang menyenangkan, melibatkan murid secara aktif, berkomunikasi 2 arah & kelas terlihat penuh semangat & kegembiraan. Uniknya walau bukan sekolah islam, terlihat beberapa anak-anak muslim, sholat bersama guru agama di sekolah tersebut. 

Keesokan harinya saya sudah tidak sabar mengajak anak saya berkunjung ke sekolah tersebut (terpaksa bolos). Dan tepat di hari survey itu, hanya dalam 1 hari, sulungku bahkan sudah berkeputusan tidak lagi ingin bersekolah di sekolah lama, padahal kami hanya berkeliling sekolah yang kecil & akhirnya diizinkan trial hadir di dalam kelas hingga kelas berakhir. Saat saya intip lewat jendela kelas, saya baru sadar bahwa dia kebingungan di dalam kelas karena belum mampu berbahasa inggris dengan baik.

Saya baru menyadari bahwa dia kebingungan di dalam kelas itu karena belum mampu berbahasa inggris dengan baik. Namun dasarnya pejuang tangguh & penyuka tantangan, anakku meyakinkan saya saat itu, bahwa ia siap menerima tantangan harus belajar bahasa baru & materi pelajaran yang mungkin bisa membuat dia mengulang kelas, asalkan tetap bisa bersekolah di SD tersebut. 

Dipertengahan kelas 2 SD, sulungku mantap merelakan sekolah lamanya, yg memberinya lebih banyak fasilitas & berhalaman luas, demi sekolah barunya, yang walau kecil namun telah mampu mencuri hati kami teramat dalam. Disanalah akhirnya anak-anak saya menghabiskan sekolah dasar hingga masa SMP mereka usai (9 tahun).

SD dan SMP itu, tumbuh bersama seperti keluarga dengan anak-anak kami. Sekarang sekolah tersebut sudah menjadi besar bahkan menjadi sekolah internasional favorit, yang memiliki banyak murid. Dan tentu saja bicara soal uang sekolah, SD yang saat itu baru punya 2 angkatan belum lah pede membandrol harga mahal seperti sekarang😅.

Saatnya pilih SMA, keputusannya pun diambil dari hasil pertimbangan & diskusi panjang, bareng anak-anak. "Bayar sekolahnya pakai uang aku aja ma," kata sulungku yang saat itu sudah punya tabungan sendiri dari menjadi model & BA beberapa produk, a.l .pembalut Lxxrier dan Sabun Bxore. Tak sampai hati memakai uang anak😝, yang sangat ingin bersekolah disana, kami pun menawarkan 1 solusi yang membuat mereka belajar membuat pilihan melalui sebuah pengorbanan. "Gimana kalo mobil antar jemput kalian dijual buat bayar sekolah. tapi kalian naik bis sekolah setiap harinya nanti? Dan mereka pun menyetujui pilihan itu. 

Selama SMA kubiarkan anak-anak naik bis jemputan sekolah setiap hari dari Bintaro ke Kemang. Walau mereka harus dijemput lebih pagi dan pulang lebih sore, bahkan kadang tertidur di mobil karena mobil itu berisi sampai 12 orang untuk area Jakarta Selatan yang harus diantar jemput satu persatu💪😣.
Sebuah pengalaman cukup berat masa itu namun manis untuk dikenang sekarang😊. Apakah harus Sekolah International?? Tentu tidak. Tapi kalau keputusan yang diambil tersebut berbuah lebih banyak pembelajaran kehidupan, layak diperjuangkan bukan??❤

Keberhasilan Maudy Ayunda tak lepas dari hasil jerih payah sang Ibu yang berusaha memberikan pendidikan terbaik dan cocok buat anaknya. Seorang ibu berperan penting dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan caranya sendiri, yang terpenting bisa membawa dampak positif terhadap kehidupan anaknya.

Seorang ibu sering disebut sebagai “Madrasah buat anak-anaknya,” dan itu sangat benar sekali, karena seorang ibu lah yang pertamakali mengajarkan anak-anaknya berbicara dari kecil bahkan sejak di dalam kandungan. Sebagai seorang ibu, Ibu Mauren telah memberikan pembelajaran buat para ibu bagaimana cara mendidik dan mencarikan sekolah buat anak-anaknya agar tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berkarakter seperti Maudy Ayunda.

Dari ibu Mauren kita bisa belajar bahwa: 1). Mencari sekolah buat anak esensinya adalah kenyamanan dalam belajar, bukan gedung mewah dan berbagai macam fasilitas lainnya. Ketika anak sudah nyaman belajar di suatu sekolah tertentu, akan membuat dia mampu menyerap pelajaran dengan baik, dan tumbuh kembangnya pun akan menjadi lebih baik. 2). Mengajak diskusi anak dalam menentukan sebuah keputusan yang akan dijalaninya. 3). Mengajarkan anak untuk berkorban atau merelakan sesuatu yang dimilikinya untuk tujuan atau masa depan yang lebih baik. 4). Mengajarkan anak untuk mandiri. Sikap mandiri sejak kecil akan membuat anak menjadi sosok yang bertanggung jawab, mampu menentukan keputusan terbaik yang harus diambil untuk memecahkan suatu masalah dan berani menanggung resiko atas keputusannya.

Dari cerita Ibu Mauren ini, semoga para ibu di luar sana bisa memetik pelajaran berharga, agar anak-anak bisa tumbuh dengan optimal sesuai kemampuan dan skill yang dimilikinya. 



Jumat, 29 April 2022

 Sundance Film Festival: Asia 2022 Gelar Short Film Competition di Jakarta

Sundance Film Festival: Asia 2022 Gelar Short Film Competition di Jakarta

Pendaftaran Short Film Competition dibuka 18 April hingga 31 Mei 2022 dan Sundance Film Festival: Asia akan digelar  secara offline 25-28 Agustus 2022 di Jakarta
Kabar gembira bagi sineas dan filmmaker Indonesia. Sundance Film Festival: Asia 2022 akan hadir secara offline pada tanggal 25-28 Agustus 2022. Buat para sineas, ini kesempatan yang sangat bagus untuk berpartisipasi dan menampilkan karya terbaiknya. Jangan sampai terlewatkan, lho!

Apa itu Sundance Film Festival?
Sebuah festival film di AS dan merupakan salah satu festival film paling bergengsi di dunia, yang diadakan setiap tahun oleh Sundance Institute. Sundance Film Festival: Asia hadir di Indonesia pada September 2021 lalu, melalui kerjasama IDN Media dengan Sundance Institute dan XRM Media.

Tahun lalu, Sundance Film Festival diadakan secara online akibat adanya pandemi Covid-19. Namun pada tahun kedua kali ini, Sundance Film Festival: Asia 2022 akan diadakan secara offline di Jakarta. Penonton bisa hadir menyaksikan dan menikmati pemutaran film, menyaksikan diskusi panel, dan berbagai rangkaian acara yang disuguhkan khusus untuk penonton Indonesia. Informasi mengenai rangkaian acaranya akan diumumkan pada pertengahan tahun ini. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Sundance Film Festival, mari simak pernyataan beberapa tokoh yang terlibat dalam acara tersebut:

Tabitha Jackson, Festival Director Sundance Film Festival mengungkapkan kebahagiaannya untuk kembali bekerja sama dengan XRM Media dalam menghadirkan festival ini secara offline di Jakarta. Menurutnya, ini merupakan kesempatan berharga untuk membagikan film-film independen favorit kita semua pada penonton di Indonesia.

William Utomo, Chief Operating Officer IDN Media mengatakan sangat antusias untuk menghadirkan Sundance Film Festival: Asia secara offline dan tentunya tetap memberikan yang terbaik untuk para pecinta film di Indonesia. Ia berharap semoga festival ini bisa terus menjadi platform yang mendukung kemajuan industri film.

Mike Plante, Senior Short Film Programmer Sundance Film Festival mengatakan bahwa ia tak akan berhenti di Sundance Film Festival yang diadakan Januari lalu saja, namun ia akan terus mencari karya film pendek dari filmmaker berbakat di seluruh dunia. Tahun lalu, kompetisi film yang diadakan berjalan sangat sukses. Mike sangat mengagumi karya-karya yang didaftarkan. 10 karya terbaik ditampilkan di Sundance Asia dan 2 karya terpilih ditayangkan di Sundance Film Festival pada januari lalu. Mike antusias untuk melihat lebih banyak karya di kompetisi tahun ini.

Short Film Competition
Untuk memeriahkan dan mendukung dunia perfilman, Sundance Film Festival: Asia 2022 mengadakan Short Film Competition yang disponsori oleh Argo. Pendaftarannya dibuka mulai 18 April hingga 31 Mei 2022:
1. Syarat dan Ketentuan
  • Warga negara Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas, yang tinggal di dalam maupun luar negeri
  • Film pendek semua genre
  • Karya sudah selesai diproduksi pada atau sesudah 1 Januari 2020
  • Durasi film selama 3-20 menit
  • Informasi terkait cara pendaftaran serta syarat dan ketentuan bisa dilihat di halaman website: https://SundanceFilmFestivalAsia.org atau halaman Film Freeway: https://filmfreeway.com/SundanceAsia.
2. Dewan Juri
Para juri akan mengkurasi pilihan film pendek dari seluruh peserta yang masuk dan memilih pemenang penghargaan Jury Award 2022. Berikut nama-nama yang akan menjadi dewan juri:
  • Kim Yutani, Director of Programming, Sundance Film Festival
  • Heidi Zwicker, Senior Programmer, Sundance Film Festival
  • Mike Plante, Senior Programmer, Short Film, Sundance Film Festival
  • Susanti Dewi, Head of IDN Pictures
  • Amanda Salazar, Head of Programming and Acquisitions, Argo
3. Hadiah Pemenang
  • Pemenang penghargaan Jury Award akan menerima hadiah sebesar 2.000 dolar AS yang disponsori oleh Argo
  • Film pendek yang terpilih akan ditayangkan di platform Argo saat Sundance Film Festival: Asia 2022 berlangsung
  • Film pendek akan didistribusikan secara global melalui platform Argo setelah festival berlangsung
  • Memiliki kesempatan mengikuti seleksi untuk ditayangkan di Sundance Film Festival 2023
Untuk mendapatkan informasi secara lengkap mengenai Sundance Film Festival: Asia 2022, ikuti akun media sosial kami:
Instagram @SundanceFFAsia
TikTok @SundanceFFAsia 
Bagi kalian yang berminat mengikuti event ini, saatnya tunjukkan kemampuan kalian dalam berkarya membuat film-film menarik dan berkualitas. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Kalau tidak dicoba kapan jadinya? Mari semangat berkarya untuk memajukan perfilman Indonesia.

Selasa, 26 April 2022

 Ingin Belajar di Kampung Inggris Pare? Ini Dia yang Perlu Anda Persiapkan

Ingin Belajar di Kampung Inggris Pare? Ini Dia yang Perlu Anda Persiapkan

Foto: Lembaga Kursus Acces-Es
Sudah bukan hal yang baru lagi bahwa bahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam kehidupan yang sudah semakin modern. Bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional digunakan di berbagai bidang kehidupan baik ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain. Sehingga mempelajarinya menjadi suatu kebutuhan untuk memperlancar komunikasi dan pemahaman terhadap sesuatu tertentu.

Ada banyak cara belajar bahasa Inggris, yaitu Anda bisa belajar secara otodidak dari buku-buku bahasa Inggris, belajar di sekolah, belajar di tempat kursus, belajar melalui internet seperti menonton Youtube, dan bahkan bisa belajar melalui aplikasi-aplikasi digital. Semua tergantung pilihan Anda.

Dari beberapa cara atau tempat belajar bahasa Inggris, ada sebuah tempat yang cukup popular, yang bisa dijadikan referensi bagi Anda untuk belajar dan mendalami bahasa Inggris. Tempat ini dikenal dengan sebutan “Kampung Inggris,” yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lebih dari puluhan ribu siswa yang sudah pernah menimba ilmu di sini.

Kenapa belajar di Kampung Inggris banyak diminati? Salah satunya, karena di tempat ini siswa-siswinya memiliki kesamaan tujuan yakni hanya fokus belajar bahasa Inggris. Sehingga hal ini mendorong adanya interaksi yang baik antar siswa dari berbagai daerah atau kota, yang menyebabkan materi yang diajarkan mudah diserap dan dipraktekkan.

Siswa yang belajar di Kampung Inggris tentunya memiliki harapan yang besar untuk bisa berbahasa Inggris dengan lancar, baik secara oral maupun gramatikal. Dalam mencapai itu, tentu perlu adanya persiapan-persiapan. Berikut beberapa persiapan yang bisa Anda lakukan, sebelum belajar di Kampung Inggris :

1. Niat

Niat merupakan satu hal penting yang harus dimiliki dalam mempelajari atau melakukan apapun, termasuk belajar bahasa Inggris. Niat yang baik dan benar akan mengantarkan Anda kepada keberhasilan dan keberkahan. Sebaliknya, niat yang melenceng, akan mengantarkan Anda kepada kesia-siaan.

Sebelum belajar, sebaiknya membenahi niat dengan berkomitmen terhadap apa yang hendak dipelajari dan dilakukan, khususnya ketika sedang belajar di Kampung Inggris. Dengan niat yang teguh, akan membuat Anda belajar dengan tekun dan tidak mudah terganggu hal-hal yang tidak sejalan dengan apa yang telah diniatkan diawal, contoh: Ketika Anda sedang merasa bosan atau mengalami kesulitan dalam belajar, maka niat akan menuntun Anda untuk tidak putus asa dan menyerah. Juga, ketika Anda diajak teman untuk melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan kegagalan dalam belajar, Anda bisa menolaknya.

2. Tujuan

Belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris, umumnya bertujuan untuk memperdalam skill berbahasa Inggris yang biasanya akan dipergunakan untuk mendapatkan beasiswa, melanjutkan study S2, kuliah di luar negeri atau untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Namun di luar itu, tidak sedikit siswa yang belajar di sini memiliki tujuan ganda. Selain untuk tujuan belajar, sekaligus untuk mengisi waktu luang karena sedang libur sekolah atau kuliah. Ada juga yang memanfaatkan waktu tunggu panggilan kerja. Ada pula yang untuk tujuan healing, namun ingin tetap memiliki nilai positif.

Oleh karena itu, belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris, penting memiliki tujuan yang jelas jika ingin mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Ketika sudah mengetahui apa tujuan Anda, akan mudah menentukan langkah-langkah belajar untuk keberhasilan Anda. Apakah tujuan Anda ke Pare untuk memperlancar speaking? Atau untuk meningkatkan kemampuan gramatikal? dan atau ingin menguasai dua-duanya? Tentu langkah belajar yang diambil akan sedikit berbeda. Apalagi kalau Anda memiliki waktu yang terbatas belajar di Pare.

Siswa yang ingin memperlancar speaking biasanya lebih banyak mengambil kelas-kelas yang menekankan pada memperbanyak kosa kata dan hafalan. Sedang siswa yang ingin memperbaiki tulisan secara gramatikal, akan lebih menekankan untuk belajar grammar. Namun jika Anda ingin menguasai speaking dan grammar secara lebih mendalam, Anda bisa mempelajarinya secara bersamaan.

Jadi, kejelasan tujuan itu perlu jika Anda ingin hasil belajar yang maksimal, tepat dan efisien. Tujuan belajar akan membuat Anda untuk fokus pada apa yang ingin Anda capai.

3. Biaya Kursus dan Tempat Tinggal

Untuk belajar di Kampung Inggris, tentu Anda harus menyiapkan budget selama belajar di sini. Berapa biaya yang dibutuhkan? Semua biaya tergantung program apa yang akan Anda pilih dan berapa lama waktu yang Anda miliki untuk belajar di Kampung Inggris. Budget yang Anda miliki bisa menentukan berapa lama Anda bisa belajar di sini.
     
Biaya kursus di Kampung Inggris masih terbilang terjangkau. Setiap lembang kursus umumnya mematok biaya kursus sebesar Rp 150.000,00-Rp 300.000,00/program. Untuk setiap program jangka waktunya 2 minggu. Ini belum termasuk biaya kos/asrama. Umumnya, biaya kos/asrama di Pare berkisar antara Rp 200.000,00 – Rp 600.000,00/bulan.

Selain program regular, ada juga program paket 1 bulan, paket 2 bulan, paket 3 bulan, paket 6 bulan dan seterusnya. Untuk setiap paket memiliki biaya yang berbeda sesuai dengan jenis program dan jangka waktu pembelajarannya.

Ada banyak jenis program yang ditawarkan. Mulai dari pronunciation, speaking, grammar, translation, writing, Pre Toefl, Toefl, Toeic, Job Inteview, dan lain-lain. Anda bisa memilih program sesuai dengan kebutuhan Anda.

Selain biaya kos dan kursus, Anda juga perlu memikirkan biaya hidup selama di sini seperti makan, minum dan keperluan pribadi lainnya. Biaya hidup di Pare tidaklah mahal, Anda bisa membeli makan sebesar Rp 5.000,00 – Rp 20.000,00/porsi.

Jadi, mempersiapkan budget selama Anda belajar di sini sangat diperlukan. Budget yang Anda miliki bisa menentukan berapa lama Anda akan belajar dan stay di Pare atau Kampung Inggris.

4. Review Lembaga Kursus

Sebelum memutuskan untuk belajar di Kampung Inggris, sebaiknya review dulu tempat-tempat kursus yang ada di sini. Anda bisa searching informasinya di website atau akun media sosial lembaga-lembaga kursus tersebut. Anda juga bisa bertanya kepada teman yang sudah pernah belajar di sini. Jika Anda tidak memiliki teman yang pernah belajar di Kampung Inggris, Anda bisa mencari teman di media sosial untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi.

Ada banyak tempat kursus di Kampung Inggris. Meneliti dan mereview lembaga kursus sebelum belajar di sini akan membantu Anda beradaptasi lebih cepat. Setiap lembaga kursus di Pare memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing. Anda bisa memilih tempat kursus yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Anda.

5. Data Diri

Tanda pengenal atau identitas diri seperti KTP, KK, Kartu Pelajar, SIM, sangat diperlukan untuk melengkapi administrasi pendaftaran. Sebelum belajar di Kampung Inggris sebaiknya tanyakan dulu data apa saja yang perlu dilengkapi untuk belajar di lembaga kursus tersebut. Seperti pada pandemi saat ini, ada persyaratan tambahan yang harus dipenuhi oleh calon siswa, seperti tes PCR, Rapid, Antigen, dan Swab.

6. Fokus

Siswa di Kampung Inggris berasal dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Di sini mereka akan saling mengenal dan belajar bersama. Tentu akan banyak hal baru yang akan diterima, seperti teman baru, lingkungan baru, gebetan baru, teman belajar yang sefrekuensi, serta didukung dengan suasana kampung yang ramah dan nyaman. Sungguh hal yang sangat meyenangkan. Keadaan seperti ini biasanya akan membuat lalai dan fokus Anda berkurang jikalau tidak mampu mengontrol diri.

Gangguan dalam belajar pasti akan terus ada, baik berasal dari dalam diri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Makanya, fokus dalam belajar bahasa Inggris harus tetap dijaga sampai tujuan dan target Anda tercapai. Jangan mudah goyah dengan suasana yang asik dan melenakan. Atur waktu sebaik mungkin.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum memutuskan belajar di Kampung Inggris supaya mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang Anda targetkan. Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian yang ingin belajar di Kampung Inggris Pare.





 

Ad Placement