Kamis, 29 September 2022

Berkunjung ke Pameran “Nostalgia Srimulat” Surabaya

Berkunjung ke Pameran “Nostalgia Srimulat” Surabaya

Saya sedang mengamati koleksi yang dipamerkan dalam pameran Nostalgia Srimulat di ruang bawah tanah Alun-Alun Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/9/2022).
Sahabat inspirasi, hari Minggu kemarin saya mengunjungi pameran “Nostalgia Srimulat” di Basement Alun-alun Kota Surabaya. Pameran yang berlangsung pada tanggal 22 September sampai 30 September 2022 ini, dibuka mulai pukul 09.00 WIB-21.00 WIB.

Saya sebenarnya bukan penggemar atau pecinta grup pelawak legendaris Srimulat ini, akan tetapi saya mengetahui nama besar grup pelawak ini. Walaupun bukan fans mereka, saya tertarik untuk mengetahui apa saja yang ada di pameran tersebut. Setidaknya, saya bisa mengetahui karya-karya mereka yang sangat popular dan legendaris pada masanya.

Srimulat merupakan kelompok pelawak legendaris di Indonesia yang didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo, dan istrinya Raden Ayu Srimulat pada tahun 1950-an. Dalam pameran ini, mengusung konsep berpacu dalam komedi dan melodi, untuk mengingatkan masa kejayaan Srimulat di Kota Surabaya sejak tahun 1961.

Pameran ini menyuguhkan beberapa bagian pendukung pertunjukan Srimulat, seperti naskah drama, majalah, poster, komik, kostum, aksesoris, alat-alat musik, kumpulan kaset drama, radio, hingga dokumentasi foto dan video pementasan.
Saya berfoto di antara wayang-wayang golek yang bewajah personel Srimulat
Kabarnya, pameran digelar oleh Pemerintah Kota Surabaya bersama Srimulat dan bekerja sama dengan Museum Gubuk Wayang Mojokerto. Pantas saja, saya melihat deretan wayang golek yang menampilkan wajah personel-personel Srimulat. Tampilan wayang golek ini begitu unik dan lucu yang menambah kemeriahan pameran.

Cukup banyak pengunjung yang datang ke pameran ini. Mereka menyusuri gerai demi gerai, dengan sesekali membaca tulisan yang ada dan melihat detailnya. Tak hanya melihat-lihat, selfie dan berfoto ria sudah menjadi trend masyarakat zaman sekarang. Berfoto dengan latar belakang dari pameran ini merupakan sebuah kenang-kenangan atau sesuatu yang bisa dibagikan di sosial media.

Tak jauh berbeda dengan pengunjung yang lain, saya juga mengabadikan kunjungan saya dengan berfoto ria di beberapa spot yang saya anggap bagus dan menarik. Spot yang paling saya sukai adalah berfoto diantara wayang-wayang golek berwajah personel-personel Srimulat.

Pameran Nostalgia Srimulat ini cukup menggugah dan meningkatkan rasa seni pengunjung baik pekerja seni ataupun penyuka seni. Lantas, apa yang bisa diambil dari kunjungan saya ke pameran Nostalgia Srimulat ini?

Setelah saya melihat hampir semua peninggalan grup legendaris ini, begitu banyak karya-karya yang sudah mereka hasilkan dan ini sangat mengagumkan. Dalam dunia seni, karya adalah hal penting bagi seorang seniman karena seniman itu dilihat dari hasil karyanya bukan gayanya. Karya mereka menginspirasi saya untuk bisa menghasilkan karya walaupun di bidang yang berbeda.

















Kamis, 22 September 2022

Wisata Religi, Ziarah ke Makam Mbah Sayyid Sulaiman Mojoagung Jombang

Wisata Religi, Ziarah ke Makam Mbah Sayyid Sulaiman Mojoagung Jombang

#wisatareligi
”Ziarah ke makam Mbah Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban”
Area Makam Mbah Sayyid Sulaiman
Halo, Sahabat Inspirasi! Siapa di antara kamu yang suka berwisata? Bagi kamu yang menyukai wisata atau travelling, tentu mengunjungi tempat-tempat yang indah nan eksotis sudah sering dilakukan. Tempat-tempat yang menyejukkan mata dan membuat jiwa kita merasa happy dan fresh dengan keindahannya, sering membuat kita takjub. 

Namun ada banyak pilihan wisata yang bisa kita kunjungi selain wisata alam, salah satunya yaitu wisata religi. Wisata religi adalah wisata yang bertujuan untuk memperkaya wawasan keagamaan dan memperdalam rasa spiritual kita.
Lorong yang menghubungkan Musholla dan Makam Mbah Sayyid Sulaiman
Nah, sekarang saya akan menunjukkan salah satu tempat wisata religi yang ada di Dusun Rejo Slamet, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wisata ini merupakan sebuah makam ulama yang bernama Mbah Sayyid Sulaiman. Biasanya, pengunjung mendatangi makam Mbah Sayyid Sulaiman ini untuk berziarah.

Siapakah Mbah Sayyid Sulaiman?

Mbah Sayyid Sulaiman adalah salah satu tokoh agama yang menyebarkan agama Islam di Jawa Timur. Ia lahir dan dibesarkan di Cirebon, Jawa Barat.
 Mbah Sayyid Sulaiman Basyaiban
Ia merupakan putra dari Abdurrahman (seorang Sayyid keturunan Rasulullah yang bergelar Basyaiban) yang berdarah Yaman. Ibunya bernama Syarifah Khadijah, putri dari Sultan Maulana Hasanuddin atau cucu dari Raden Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), yang juga keturunan Rasulullah Saw, dengan jalur nasab sampai Sayyid Abdul Malik Azmatkhan.

Mbah Sayyid Sulaiman mempunyai dua adik yaitu Sayyid Abdurrahim (terkenal dengan sebutan Mbah Arif Segoropuro Pasuruan), dan Sayyid Abdul Karim.

Mbah Sayyid Sulaiman menikah dengan putri Mbah Sholeh Semendi yang kedua. Sedangkan adiknya, Mbah Abdurrahim, mempersunting putri Mbah Sholeh yang pertama. Mbah Sholeh Semendi adalah guru sekaligus paman Mbah Sayyid Sulaiman dari jalur ibunya.

Mbah Sayyid Sulaiman wafat di kampung Betek, Mojoagung, Jombang. Sedangkan Mbah Abdurrahim wafat di Segoropuro, Pasuruan. Dan adik keduanya, Mbah Abdul Karim, wafat di Surabaya dan dimakamkan di komplek pemakaman Sunan Ampel.

Sekilas Kisah Mbah Sayyid Sulaiman

Mbah Sayyid Sulaiman mewarisi leluhurnya dalam ketekunan berdakwah menyebarkan agama islam terutama di Jawa. Beliau terkenal dengan kesaktiannya, sehingga membuat Raja dari Mataram ingin membuktikan kesaktiannya.

Suatu ketika beliau diundang ke keraton pada pernikahan putri bungsu Raja. Untuk memeriahkan pernikahan tersebut, Raja meminta Sayyid memperagakan pertunjukan yang tak pernah diperagakan sebelumnya.

“Sulaiman, Anda ini orang sakti. Kalau benar-benar sakti, saya minta tolong buatkan pertunjukan yang tidak umum, yang belum pernah disaksikan oleh orang-orang sini,” pinta Raja Mataram kepada Sayyid Sulaiman.

Mendengar permintaan Raja, Sayyid meminta pada Raja untuk meletakkan bambu di alas meja, sembari berpesan untuk ditunggu. Lalu Sayyid Sulaiman pergi ke arah timur. Masyarakat keraton menunggu kedatangan Sayyid begitu lama, namun Sayyid tak kunjung datang.

Raja Mataram hilang kesabaran. la marah dan membanting bambu di alas meja itu hingga hancur berkeping-keping. Keajaiban pun terjadi, kepingan-kepingan bambu itu menjelma menjadi hewan yang bermacam-macam. Raja Mataram tersentak melihat keajaiban itu, barulah ia mengakui kesaktian Sayyid Sulaiman.

Pada cerita lain, Pernah suatu ketika Mbah Sayyid Sulaiman belajar kepada Sunan Ampel. Pada suatu malam, ketika murid-murid Sunan Ampel sedang tertidur pulas, tiba-tiba ada dua kilatan sinar menerpa dua orang murid Sunan Ampel yang sedang tidur. Sinar itu berwarna kuning keemasan.

Sunan Ampel yang saat itu belum tidur, menghampiri tempat jatuhnya sinar tadi. Namun karena keadaannya gelap, beliau tidak dapat melihat dengan jelas wajah kedua santri yang diterpa sinar keemasan itu. Lalu beliau memutuskan untuk mengikat sarung kedua santri itu. Selesai shalat subuh, Sunan Ampel bertanya kepada para santrinya, “Siapa yang sarungnya tadi malam terikat?”

Mbah Sayyid Sulaiman dan Mbah Abdurrahim mengacungkan tangan.

Lalu beliau berkata:
“Mulai sekarang, santriku jangan panggil Sulaiman, jangan panggil Abdurrahim tok, tapi panggillah Mas Sulaiman dan Mas Abdurrahim!”

Panggilan ini merupakan cikal-bakal sebutan “Mas” (semacam “Gus”) oleh santri untuk memanggil keturunan para Masyayikh.

Riwayat belajarnya Mbah Sayyid Sulaiman kepada Sunan Ampel ini masih disangsikan karena ada selisih tahun yang jauh antara masa hidup Sunan Ampel dan Mbah Sayyid Sulaiman. Sunan Ampel hidup pada 1401-1481 M (abad 14 M), sedangkan Mbah Sayyid Sulaiman diperkirakan hidup pada abad 17 M. Kemungkinan besar, Mbah Sayyid Sulaiman belajar di Ampel tidak pada Sunan Ampel sendiri, tetapi pada generasi penerus beliau.

Menurut Riwayat, Mbah Sayyid Sulaiman adalah pendiri Pondok Pesantren Sidogiri. Konon, Mbah Sayyid Sulaiman berjuang untuk membabat Sidogiri atas titah Sunan Giri. Ia bekerja keras menebang pohon-pohon Sidogiri yang masih berwujud rimba dan sangat angker. Ia juga harus bertarung melawan bangsa Jin, dimana Sidogiri pada saat itu masih menjadi sarang makhluk halus dan markas bangsa Jin.

Namun sangat disayangkan, beliau wafat saat melakukan perjalanan ke Jombang, sebelum perjuangannya membabat Sidogiri berhasil dengan sempurna. Setelah wafat, tidak ditemukan data kuat, siapa yang melanjutkan perjuangan Mbah Sayyid Sulaiman dalam membabat Sidogiri. Jejak sejarahnya hilang dan baru tercatat sejak periode Kiai Aminullah.

Makam Mbah Sayyid Sulaiman Ramai dikunjungi Peziarah

Makam Mbah Sayyid Sulaiman ini cukup ramai dikunjungi peziarah. Tidak hanya peziarah dari wilayah atau daerah sekitar Jawa Timur saja, tetapi ada juga yang dari luar Jawa Timur seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi dan daerah-daerah lainnya.
Area Parkir di Komplek Makam Mbah Sayyid Sulaiman
Umumnya, peziarah mencapai puncaknya pada hari Kamis atau malam Jum’at Legi. Karena Sebagian orang mempercayai bahwa malam Jum’at Legi adalah hari yang paling baik untuk berziarah dan berdo’a di makam, untuk mendapatkan barokah dari Mbah Sayyid Sulaiman.

Sebelum masuk ke area makam, tersedia area parkir yang sangat luas untuk menampung kendaraan-kendaraan para peziarah, baik bus, mobil, motor dan kendaraan lainnya. Setelah memasuki area parkir, pengunjung akan menemui para penjual kue, jajanan, dan makanan lainnya yang berjejer-jejer di samping jalan ketika hendak memasuki area makam.
Musholla di Komplek Makam Mbah Sayyid Sulaiman
Para pengunjung atau peziarah tak perlu khawatir untuk berziarah ke makam Mbah Sayyid, karena di sekitar komplek makam, sudah dibangun Musholla berukukuran agak besar yang dilengkapi dengan kamar mandi yang membuat pengunjung leluasa untuk berwudlu dan sholat.

Di area makam Mbah Sayyid sendiri juga sudah dibangun tempat yang cukup luas bagi peziarah yang datang, baik sendiri ataupun rombongan, sehingga peziarah dapat berdo’a dengan nyaman dan khusu’.

Bagi kamu yang menyukai wisata religi atau ingin menentramkan jiwa spiritual kamu melalui ziarah ke makam para Aulia, makam Mbah Sayyid Sulaiman cukup bagus dan recommended untuk dikunjungi.



Sumber referensi lain:
Wisata Ziarah dan Tawassul di Makam Mbah Sayyid Sulaiman Jombang | Lokasi Ziarah › LADUNI.ID - Layanan Dokumentasi Ulama dan Keislaman
Mbah Sayid Sulaiman, Tokoh Penyebar Agama Islam di Pulau Jawa | Radar Jombang (jawapos.com)
Biografi Sayyid Sulaiman Betek Mojoagung Jombang Terlengkap | IAI An Nur Lampung (an-nur.ac.id)
Sayyid Sulaiman Mojoagung | Mistikus Cinta (mistikus-sufi.blogspot.com)

.









Minggu, 07 Agustus 2022

7 Fenomena Citayam Fashion Week (CFW)

7 Fenomena Citayam Fashion Week (CFW)

"Citayam Fashion Week menjadi fenomena fashion yang mendobrak budaya fashion sebelumnya"
Citayam Fashion Week
Maraknya media sosial dan akses informasi yang semakin mudah, membuat banyak terjadinya pergeseran dan perubahan gaya hidup masyarakat, terutama anak muda. Kegiatan berkumpul bersama teman di café atau tempat tertentu yang biasa disebut dengan ‘nongkrong’ menjadi tren anak muda masa kini. Mereka biasanya berkumpul, berdiskusi, bercanda, ngobrol, sambil bersantai dengan gadjet yang tidak lepas dari tangan mereka.

Membuat konten di media sosial merupakan salah satu aktivitas yang banyak dilakukan anak muda zaman sekarang. Mereka berlomba-lomba untuk menghasilkan konten yang bagus dan viral. Konten viral memiliki manfaat misal, menambah follower, mendapatkan endorse, menjadi terkenal dan menghasilkan uang.

Seperti yang ramai diperbincangkan beberapa pekan terakhir, yaitu Citayam Fashion Week (CFW). Tren CFW ini berawal dari anak-anak muda yang berasal dari daerah di sekitaran Jakarta: Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Mereka mengahabiskan waktu untuk membuat konten di Kawasan Dukuh Atas Sudirman dan berhasil membuat konten viral di Tik Tok. Sekarang, kawasan ini dikenal dengan sebutan SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok).

Di sana mereka mengekspresikan diri dengan memakai outfit fashionable dan berjalan di zebra cross layaknya model profesional. Tidak butuh waktu lama, dengan sendirinya secara organik terbentuklah suatu kelompok dan gerakan yang kini dikenal dengan Citayam Fashion Week. Seiring berjalannya waktu, banyak fenomena-fenomena yang bermunculan dari CFW ini, diantaranya:

1. Tampil Fashionable Tidak Harus Mahal

Pandangan banyak orang mengenai fashion cenderung melihat sebagai sesuatu yang mahal. Harus memakai pakaian karya designer ternama, menggunakan material kain yang bagus, design baju yang stylish, dimana setiap detailnya mengandung makna dan filosofi tertentu, dan modelnya pun tampak sempurna secara fisik.

Menariknya, semua itu tidak berlaku untuk Citayam Fashion Week. Tren CFW mendobrak pemikiran dan budaya yang ada selama ini. Untuk bisa berekspresi dan tampil fashionable, tidak harus mahal. Outfit yang dipakai merupakan style apa adanya sesuai kemampuan budget yang mereka miliki.

Dari beberapa konten yang mereka bagikan di media sosial, umumnya outfit yang mereka pakai tergolong murah. Harga outfit yang mereka pakai mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki berkisar antara puluhan sampai ratusan ribu rupiah saja. Karena yang lebih dibutuhkan dalam dunia seni adalah kreatifitas.

2. Lahir dari Masyarakat Menengah ke Bawah

Adanya CFW terbentuk secara organik dari anak-anak muda yang suka hangout di sekitar Sudirman. Mereka menghabiskan waktu menikmati keindahan Jakarta yang semakin ramah terhadap pengguna jalan. Bangunan-bangunan sarana publik yang semakin bagus, menarik pengunjung untuk datang ke sana.

Dilihat dari jebolan figur CFW seperti Bonge, Jeje, Roy dan Kurma, mereka berasal dari keluarga kalangan menengah ke bawah atau anak-anak yang putus sekolah. Seperti yang sudah diberitakan di beberapa media, Bonge putus sekolah ketika kelas 3 SD karena ayahnya meninggal dunia sehingga tidak memiliki cukup biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Sedangkan Jeje baru lulus SMP dan kabur dari rumahnya. Roy juga bernasib sama seperti Jeje, lulusan SMP. Begitu juga dengan Kurma, ia putus sekolah karena keterbatasan biaya padahal sebenarnya ia bercita-cita menjadi seorang dokter.

Putus sekolah tidak menghentikan mereka untuk berkreasi dan mengekspresikan diri. Mereka menyadari bahwa sekolah bukanlah jalan satu-satunya untuk meraih kesuksesan. Terbukanya akses informasi dapat memudahkan banyak orang untuk mencapai kesuksesan sesuai versinya.

3. Fashion Show di Zebra Cross

Seperti yang kita tahu brand fashion seperti Paris Fashion Week atau Jakarta Fashion Week biasanya digelar di mall dan hotel mewah. Sangat berbeda dengan Citayam Fashion Week yang menggelar fashion show di zebra cross. Mereka melakukan fashion show dengan menghentikan para pengguna jalan yang melintasi zebra cross.

Menggunakan zebra cross untuk tempat fashion memang bukan pada tempatnya. Tetapi ini terjadi secara spontanitas ketika melewati zerbra cross, yang akhirnya diikuti oleh banyak orang. Semakin hari animo masyarakat semakin tinggi untuk datang dan mencoba bagaimana rasanya fashion show di sini.

Aksi ini juga memiliki dampak negatif, yaitu menyebabkan terjadinya kemacetan di Dukuh Atas Sudirman dan banyak sampah yang berserakan. Tidak heran jika beberapa waktu lalu Cinta Laura bersama ‘Pasukan Biru’ melakukan gerakan membersihkan sampah di tempat CFW. Cinta mengungkapkan bahwa ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat supaya membuang sampah pada tempatnya.

“Kita harap dari aksi yang kita lakukan hari ini kita bisa memberikan example yang baik buat temen-temen. Mau fashionable, mau melakukan Citayam Fahion Week gak apa-apa, tapi bukan berarti merusak lingkungan,” ujar Cinta Laura, yang dikutip dari akun Instagramnya.

4. Banjir Tawaran Beasiswa

Setelah viral dan menjadi pemberitaaan di media massa baik nasional maupun internasional, CFW mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sandiaga Uno selaku Menteri Parekraf, menawarkan beasiswa pendidikan kepada Roy dengan harapan Roy bisa mengembangkan potensinya dan bisa menggerakkan ekonomi kreatif terutama di bidang fashion. Namun Roy Citayam menolak beasiswa tersebut. Roy beralasan lebih baik mencari uang untuk membantu orang tuanya.

“Saya gak mau, lebih baik cari duit buat membantu orang tua. Takutnya kalau dikasih beasiswa males-malesan sekolahnya, malah mengecewakan.” Ujar Roy yang dikutip dari acara Pagi-Pagi Ambyar Trans TV (14/7/22).

Tidak hanya Kemenparekraf, Gubernur Jawa Barat juga ikut memberikan apresiasi terhadap maraknya CFW ini. Sebagai Gubernur Jawa Barat yang membawahi daerah Citayam, Bojong Gede, dan Depok, Ridwan Kamil akan membiayai sekolah Bonge yang sempat terputus dan juga akan merenovasi rumahnya.

Ridwan Kamil menyampaikan bahwa sekolah itu penting, dengan sekolah kamu bisa mempengaruhi banyak orang, “sekolah itu nanti membuat kamu bisa jadi pemimpin bonge. Kamu sekarang gak sekolah aja bisa mempengruhi ribuan orang. Bayangkan kalau kamu pinter, kamu sekolah, kamu bisa mempengaruhi jutaan orang. Fashion kamu itu kalau dengan kamu sekolah, bisa mengintervensi Singapur, Malaysia suatu hari nanti. Jadi gunakan sekolah itu justru untuk mempermudah cita-cita kamu, ya.” Ujarnya kepada Bonge, dikutip dari acara Demokrasi tvOneNews (26/7/2022).

5. Sejumlah Artis dan pejabat ikuti Citayam Fashion Week

Paula Verhoeven, Jessica Iskandar, Gisella Anastasia dan 
Krisdayanti catwalk di Citayam Fashion Week 
Fenomena Citayam Fashion Week menarik perhatian banyak kalangan mulai dari Pejabat pemerintah, para artis hingga selebgram. Beberapa artis ibu kota yang turun gunung untuk ikut meramaikan CFW diantaranya: Krisdayanti, Paula Verhoeven, Baim Wong, Zaskia Sungkar, Kiky Safitri, Rina Nose, Jessica Iskandar, Gisella Anastasia, Chika Jessica, Athalla Naufal,Teuku Ryan, Afdhal Yusman, Dinar Candy, dan lain-lain.
Ridwan Kamil dan Anis Baswedan beserta kolega catwalk di Sudirman
Beberapa pejabat pemerintah pun ikut meramaikan CFW ini. Gubernur Jakarta, Anis Baswedan beserta koleganya yang dari luar negeri tampak berjalan atau fashion show di zebra cross yang sekarang dikenal dengan SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok). Setelah Gubernur Jakarta, Gubernur Jawa Barat pun turut datang ke SCBD dan melewati zebra cross yang sedang ramai jadi perbincangan itu.

6. Menginspirasi Kota-Kota lain

Viralnya CFW ini menginspirasi anak-anak muda di kota-kota besar lainnya di Indonesia, untuk melakukan hal yang sama dengan sedikit konsep yang berbeda. Alhasil, muncullah fashion week-fashion week baru seperti:
1). Bandung (Braga Fashion Week)
2). Surabaya (Jalan Tunjungan)
3). Yogyakarta (Malioboro Fashion Week)
4). Malang (Kayutangan Street Style)
5). Medan (Medan Fashion Week)
6). Semarang (Semarang Fashion Week)
7). Madiun (Madiun Fashion Week)
8). Sukabumi (bertempat di Cibadak)

7. Pro Kontra Hak Kekayaan Intelelektual (HAKI)

Tren CFW bisa menjadi brand yang bisa tumbuh dan berkembang lebih baik ke depannya. Ini menarik PT Tiger Wong untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) CFW ke Kemenkumham. Baim Wong sebagai pemilik perusahaan tersebut menyebut bahwa dirinya mendaftarkan CFW ini berawal dari istrinya yang mengerti tentang fashion dan menganggap CFW ini adalah sebuah achievement dimana fashion itu gak harus mahal dan supaya CFW menjadi ajang yang legal.

"Kenapa saya tergerak? Berawal semua ini karena istri saya. Karena dia mengerti dunia fashion, dan dia melihat Citayam Fashion Week ini adalah gerakan di mana orang-orang yang sudah mempedulikan fashion. Dan ternyata di Indonesia, fashion itu nggak harus mahal, dan mereka bangga memakainya. Kebanggaan itu adalah achievement yang penting dan itu harus dibudayakan," ungkapnya.

Baim menambahkan bahwa visinya mendaftarkan CFW ini supaya CFW menjadi ajang yang legal, "Citayam Fashion Week ini bukan milik saya. Ini milik mereka semua, ini milik Indonesia. Saya hanyalah orang yang punya visi menjadikan Citayam Fashion Week sebagai ajang untuk membuat tren ini menjadi wadah yang legal dan nggak musiman. Dan yang paling penting bisa memajukan fashion Indonesia di mata dunia," ujar Baim Wong melalui Instagram pribadinya, Senin (25/7/2022).

Selain PT Tiger Wong, PT Indigo Aditya Nugroho juga mendaftarkan HAKI CFW ke Kemenkumham. Pasalnya, pihak Indigo mengaku mendaftarkan merek ini atas dasar kekhawatiran bahwa merek CFW akan kehilangan identitas dan orisinalitas acara, dimana konten-kontennya dibuat oleh creator lokal.

Setelah pendaftaran kedua perusahaan itu bergulir dan informasinya tersebar luas di masyarakat, akhirnya menimbulkan pro dan kontra. Buntut dari pendaftaran CFW ini Gubernur Jawa barat turut memberikan komentar dan masukan melalui akun instagramnya.

”Nasehat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus selalu dilihat dari sisi komersial. Fenomena #CitayamFashionWeek itu adalah Gerakan organik akar rumput yang tumbuhkembangnya harus natural dan organik pula. Jika pun ingin diorganisasikan lebih baik, biarlah mereka sendiri yang mengurusnya melalui komunitasnya. Oleh mereka bukan Anda.”

Dari berbagai fenomena Citayam Fashion Week, baik dari segi kebersihan, pendidikan, kemacetan, dan Hak Kekayaan Intelektual, CFW sudah mulai di tertibkan pelaksanaannya. Kalau sebelumnya, acaranya diadakan di zebra cross Dukuh Atas, Jakarta Pusat, sekarang sudah berpindah di trotoar depan Mall Kuningan City.

































Senin, 18 Juli 2022

 Film “Inang” dari Indonesia Tayang Perdana di Bucheon International Fantastic Film Festival 2022

Film “Inang” dari Indonesia Tayang Perdana di Bucheon International Fantastic Film Festival 2022

“Film Inang salah satu film yang terpilih dan bersaing dengan film-film dari negara-negara lain”
Poster Film Inang (Foto: Dok. IDN Pictures)
Sungguh hal yang sangat membanggakan, IDN Pictures melakukan world premiere Film Inang di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN), Korea Selatan. Film yang beraliran thriller-horor besutan sutradara Fajar Nugros ini mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi internasional Bucheon Choice Awards. Mewakili Indonesia, Film Inang merupakan salah satu dari sepuluh film yang terpilih dan bersaing dengan film-film dari negara lain seperti Jepang, Australia, Denmark, Spanyol, dan yang lainnya.

Pemutaran perdana (World Premiere) film Inang dilakukan dua kali di Bioskop CGV Sopung, pada tanggal 8 dan 13 Juli 2022. Dalam penayangan kedua, dihadiri oleh hampir seluruh pemain film, termasuk Naysilla Mirdad dan Lydia Kandou. Film ini juga mendapatkan respon yang baik dari penonton di Korea Selatan. Terbukti tiket Inang terjual habis sebelum pemutaran film dilakukan.

Sekilas tentang Film Inang

Film Inang ditulis oleh Deo Mahameru dan dibintangi oleh Naysilla Mirdad, Lydia Kandou, Dimas Anggara, Rukman Rosadi, Nungki Kusumastuti, Pritt Timothy, Rania Putrisari, Totos Rasiti, Muzakki Ramdhan, David Nurbianto, dan Emil Kusumo. Dalam film ini, Naysilla Mirdad beradu acting dengan ibunya, Lydia Kandou.
Foto: Dok. IDN Pictures
Film Inang menceritakan tentang seorang perempuan yang melawan dan melindungi bayinya dari kekuatan jahat yang ingin mengambil alih hidupnya. Inang terinspirasi dari realita kehidupan di jawa yang dibalut dengan mitos Rebo Wekasan. Film ini ingin memberikan pelajaran mengenai perjuangan seorang perempuan, kasih sayang orang tua, dan mitos Rebo Wekasan.

Selain film “Inang”, IDN Pictures juga membawa “Horor Keliling” yang dipilih oleh Network of Asia Fantastic Film (NAFF) Project Market untuk mengikuti seleksi It Project Selection bersama 12 judul lain.

Tahun ini IDN Pictures melalui dua proyek terpilih yaitu Inang (The Womb) di kompetisi utama Bucheon Choice dan Horor Keliling (Cursed Circus: Sweet Vengeance’s of A tale Teller) melalui It Project Selection, diharapkan dapat menjadi awal pengenalan karya-karya berkualitas dari sineas Indonesia yang bisa sukses di kancah internasional. Sehingga memotivasi dan mendorong para sineas Tanah Air untuk semakin produktif dalam menghasilkan karya-karya berkualitas lainnya.

Apa itu Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN)?

BIFAN adalah festival film internasional yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli di Bucheon, Korea Selatan. Sebelum tahun 2015, film tersebut dikenal sebagai Puchon International Fantastic Film Festival atau PiFan. Festival ini berfokus pada film horor, thriller, misteri, dan fantasi Korea Selatan dan internasional, dengan perhatian khusus pada sinema Asia dari Asia Timur dan Asia Tenggara.

Pada tahun 1997, Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) diresmikan di Bucheon, kota sastra kreatif UNESCO. Dengan motto “Stay Strange”, BIFAN berusaha menjadi festival film yang memberikan panggung dan dukungan bagi karya dan talenta non-mainstream yang memiliki potensi. Sudah banyak karya-karya sineas ternama seperti Peter Jackson, Darren Aronofsky, Guillermo del Toro, Jang Joonhwan, Christopher Nolan, dan Na Hongin yang telah diperkenalkan dan diputar melalui panggung BIFAN.

Menginjak tahun ke-26, BIFAN menjadi salah satu film internasional di Korsel yang sangat dihargai di masyarakat Korea dan asing. Bertema “Stay Strange", BIFAN secara khusus ingin menayangkan film dengan genre non konvensional, karya sineas yang tidak termasuk aliran mainstream. Pada tahun ini BIFAN menayangkan lebih dari 268 film dari 49 negara, termasuk Indonesia. Selama 11 hari film ditayangkan secara luring di bioskop CGV Sopung dan balai kota Bucheon serta daring melalui media https://www.wavve.com/.

Upacara pembukaan tahun ini diadakan secara luring di alun-alun Balai Kota Bucheon, setelah dua tahun sebelumnya dilakukan secara hybrid akibat pandemi COVID-19. KBRI Seoul turut mendukung serta memfasilitasi pelaku industri kreatif termasuk subsektor film untuk mengedepankan karya mereka guna menembus pasar Korsel yang potensial.

Apa kata mereka tentang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN)?

Foto: Dok. IDN Pictures
Gandi Sulistiyanto, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan saat menerima audiensi seluruh pendukung Film Inang, termasuk produser, sutradara dan pemain, menyampaikan bahwa penayangan Film Inang berskala internasional ini akan memberikan sinyal positif bagi industri perfilman Tanah Air.

“Penayangan perdana Film Inang berskala internasional di Festival Film Internasional Bucheon adalah sinyal positif bahwa industry perfilman Tanah Air terus produktif meski di masa pandemi. Hal ini tidak hanya membanggakan bagi insan perfilman di Tanah Air tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia khususnya diaspora Indonesia di Korea Selatan,” ujarnya.

“Melalui film ini kami di IDN Pictures mengangkat sebuah tema yang sarat akan kultur dan budaya Indonesia dengan unsur misteri yang menimbulkan banyak tanda tanya dan juga rasa penasaran. Kami di IDN Pictures selalu berkomitmen untuk membuat karya yang tidak hanya menghibur, tapi juga menghadirkan pengalaman hidup bagi yang menyaksikan. Film Inang merupakan contoh nyata dari komitmen tersebut. Tentu kami sangat bersyukur kesungguhan kami menggarap film Inang bisa mendapatkan apresiasi di BIFAN. Nantikan segera tanggal mainnya di Indonesia!” Diungkapkan Susanti Dewi, produser Film Inang.

“Ini menjadi salah satu momen berkesan dalam perjalanan karier saya. Proses pembuatan film “Inang” tentu tidaklah mudah. Namun dengan kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat, film ini pun berhasil mendapat apresiasi dari BIFAN, sebuah festival film tingkat internasional. Tidak hanya bagi saya pribadi dan tim IDN Pictures, semoga pencapaian ini juga dapat memberikan motivasi kepada sinesa-sineas Indonesia lainnya untuk terus berani berkarya karena sejatinya kita mampu dan kita siap untuk unjuk gigi di mata dunia”, diungkapkan Fajar Nugros, sutradara Film Inang.


Jumat, 01 Juli 2022

Kuliah Bukan untuk Mencari Pekerjaan

Kuliah Bukan untuk Mencari Pekerjaan

"Kuliah tidak menjamin mendapatkan pekerjaan"
Foto: Instagram.com/@tasyakamila
Menempuh pendidikan tinggi merupakan keinginan dan cita-cita banyak orang. Tetapi tidak semua orang mampu melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Suatu keberuntungan buat kamu yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan atau kuliah di perguruan tinggi.

Belajar di perguruan tinggi tidak hanya tentang materi kuliah yang berbeda seperti waktu di sekolah, yang dianggap lebih sulit. Tetapi belajar di perguruan tinggi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika kita tidak memiliki kecukupan finansial, maka pupus lah keinginan untuk kuliah. Kecuali untuk anak yang cerdas, bisa kuliah melalui beasiswa. Tetapi itu pun tidak mudah untuk mendapatkannya.

Namun betapa pun sulitnya kuliah, banyak orang yang bekerja keras untuk bisa kuliah, karena kuliah dianggap bisa meningkatkan status sosial di masyarakat dan ijazahnya bisa digunakan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Apa itu kuliah?

Kuliah merupakan suatu kegiatan seseorang yang disebut mahasiswa, yang belajar di perguruan tinggi dalam rangka menambah ilmu pengetahuan dan ketarampilan. Seseorang yang bisa melanjutkan kuliah ialah mereka yang sudah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Kuliah merupakan jenjang pendidikan tertinggi dalam dunia Pendidikan. Sehingga banyak mahasiswa yang rela membayar puluhan sampai ratusan juta rupiah agar bisa kuliah.

Tujuan Kuliah

Setiap tindakan pasti mempunyai tujuan, termasuk kuliah. Orang yang kuliah memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang berniat untuk mancari dan menambah ilmu. Ada yang niatnya untuk mengikuti kehendak orang tua. Ada pula yang berniat agar mudah mencari pekerjaan. Bahkan ada mahasiswa yang melanjutkan kuliah karena hanya gengsi dengan teman-temannya. Ada pula yang kuliah hanya untuk mencari ijazah dengan gelar sarjana yang nantinya akan melekat dibelakang nama mereka yang menurut mereka akan dapat memudahkan dalam mencari pekerjaan.

Dari berbagai macam tujuan dalam kuliah, yang paling umum adalah untuk mendapatkan pekerjaan setelah selesai kuliah. Mindset seperti ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, kenapa? Karena di dunia kerja memang banyak perusahaan-perusahaan atau instansi pemerintah yang menetapkan standar S1/S2 dalam penerimaan karyawannya, terutama untuk posisi-posisi strategis. Sudah bukan rahasia lagi, lowongan pekerjaan yang tersedia dalam perekrutan karyawan, biasanya mensyaratkan adanya standar kelulusan. Jadi wajar jika banyak orang yang kuliah untuk mendapatkan pekerjaan. Sehingga mindset masyarakat dengan sendirinya terbentuk bahwa kuliah untuk mendapatkan pekerjaan.

Banyak orang sukses tanpa kuliah
Susi Pudjiastuti
Ketika banyak orang berpikir kuliah untuk mendapatkan pekerjaan, di sisi lain ada banyak orang yang diketahui mampu menjadi pengusaha sukses tanpa harus capek-capek kuliah. Sebagai contoh Ibu Susi Pudji Astuti, yang notabenenya lulusan SMP. Beliau mempunyai beberapa bidang usaha, salah satunya yang dikenal publik yaitu Penerbangan Susi Air. Beliau juga pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya beliau bisa menjadi menteri dan pengusaha sukses seperti sekarang.

Ada beberapa nama lain yang tidak kuliah tetapi sukses menjadi pengusaha dan bidang lainnya, seperti Andrie Wongso (Motivator & pengusaha), Bob Sadino (Pengusaha sukses), Rafi Ahmad (Artis & pengusaha), Purdi E. Chandra (Pendiri Bimbel Primagama), Ajip Rosidi (Author), Andy F. Noya (Presenter) dan masih banyak lagi lainnya.

Sebaliknya, banyak mahasiswa yang sudah lulus S1 atau S2 belum mendapatkan pekerjaan. Kalau kuliah untuk mendapatkan pekerjaan, seharusnya mereka sudah bekerja di tempat yang mereka inginkan. Ini membuktikan bahwa sebenarnya kuliah bukan untuk mencari pekerjaan.

Esensi Kuliah

Kuliah pada dasarnya sama dengan jenjang pendidikan sebelumnya seperti SD, SMP, dan SMA yaitu belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar terbentuk pribadi yang terdidik dan memiliki pengetahuan yang luas sesuai jenjang atau masanya. Yang membedakan hanya nama dan sistem yang ada di perguruan tinggi dan sekolah tersebut.

Jadi kuliah pada dasarnya untuk mencari ilmu. Sama halnya ketika kamu belajar di sekolah-sekolah non formal seperti pesantren, tempat kursus, training, kajian, membaca buku, dan sebagainya. Kalau ada orang yang tidak kuliah tetapi sukses dalam pekerjaan itu wajar, karena kuliah bukan jaminan untuk sukses atau mendapatkan pekerjaan. Kuliah hanyalah salah satu faktor yang dapat mengantarkanmu menuju kesuksesan. Masih banyak faktor-faktor lain yang bisa mengantarkanmu mencapai kesuksesan yang diinginkan, misalnya kerja keras, disiplin, skill, kreatifitas, komunikasi yang baik, jujur, tidak pantang menyerah dan lain-lain.

Pertanyaannya, apakah salah kalau kuliah untuk mencari kerja? Kalau kuliah diniatkan untuk mencari kerja tidak salah, akan tetapi tidak mendapatkan pahala mencari ilmu, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
                                                                                                                       إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ
Artinya: "Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niatnya." (HR. Bukhari Muslim).

Jadi supaya mendapatkan pahala mencari ilmu, ketika kuliah hendaknya diniatkan untuk mencari ilmu bukan mencari pekerjaan. Namun bersamaan dengan niat mencari ilmu itu, kamu boleh mengambil jurusan yang disesuaikan dengan pekerjaan yang kamu inginkan nantinya.

Selasa, 07 Juni 2022

4  Pesona King Faaz, Tak Hanya Tampan tapi Pandai Mengaji

4 Pesona King Faaz, Tak Hanya Tampan tapi Pandai Mengaji

Foto: Instagram.com/@kingfaazarafiqreal
Sosok King Faaz A. Rafiq, putra sulung dari Fairus A. Rafiq dan Galih Ginanjar kini tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, pintar dan soleh. Kemunculannya di beberapa acara TV dan podcast membuatnya semakin popular dan viral di sosial media.

Banyak orang yang terkagum-kagum dengan putra sulung Fairuz A. Rafiq ini, bagaimana tidak? Anak yang baru berusia 10 tahun ini sudah memiliki sikap dan pemikiran layaknya orang dewasa. Ini tidak lepas dari didikan kedua orang tuanya yaitu fairus A. Rafiq dan ayah sambungnya, Sonny Septian.

Tidak hanya tampan dan dewasa, King Faaz juga memiliki daya tarik yang membuat netizen gemas dan ingin punya anak seperti dirinya. Ingin tahu apa saja pesona King Faaz? Baca selengkapnya:
Foto: Instagram.com/@kingfaazarafiqreal
1. Memiliki Wajah Yang Tampan

Ketampanan King Faaz tidak seperti anak Indonesia pada umumnya. Hidungnya yang mancung dan alis yang tebal, membuat King Faaz memiliki ciri khas ketampanan ala Timur Tengah seperti orang Arab.

Wajah tampan King Faaz merupakan salah satu daya tarik yang mampu memikat perhatian dan pandangan netizen baik anak-anak, remaja, dewasa bahkan ibu-ibu. Ketampanan Faaz tentu tidak lepas dari gen Sang Ibu yang keturunan India, dimana Fairus merupakan puteri dari penyanyi dangdut terkenal, almarhum A. Rafiq.

2. Pandai Mengaji

Sebagai seorang muslim, King Faaz memiliki kemampuan mengaji yang sangat baik. Sebagai anak dari seorang artis, tentu ini kelebihan yang tidak biasa, dimana anak-anak artis seusianya biasanya banyak yang melatih skillnya dalam acting, menyanyi, model, atau presenter.
Kepiawaian King Faaz dalam mengaji membuat banyak orang kagum. Tidak hanya netizen, Ashanty pun terkagum-kagum dengan Faaz. Ketika itu Ashanty memenuhi undangan Fairuz dalam acara Tasyakuran Aqiqah dan Khitan adik Faaz, King Zhafi Zayyan Shafa. Dalam acara itu, Faaz mendo’akan Sang Adik dengan melantunkan surat ‘Abasa. Ashanty menyaksikan sendiri bagaimana kepiawaian Faaz dalam mengaji dan berbicara di depan umum.

”Aku tuh tadi terharu banget gaes pergi, baru ini aku ngelihat anaknya fairus sama Sonnya. Aduh, kayak bener-bener anak sholeh, ngajinya bagus, cara ngomongnya juga pinter bangeet, Ya Allaah pengen kenalin ke Arsy.” Kata Ashanty, yang dikutip dari akun YouTube The Hermansyah A6.

3. Memiliki Sikap yang dewasa

Di usianya yang baru genap 10 tahun pada 12 April 2022 lalu, King Faaz termasuk anak yang mampu bersikap dewasa melebihi usianya. Ia sudah pandai bagaimana mengatur waktu dengan baik, seperti kapan waktunya belajar, kapan waktunya ngaji dan kapan waktunya harus bermain.

“Kalau bisa, mainnya Sabtu Minggu, pas kita lagi rileks santai,” ujar Faaz yang dikutip di akun YouTube Rans Entertainment.

Dalam mendidik Faaz, Fairuz menanamkan Pendidikan Agama dahulu sebagai pondasinya. Jika pondasinya sudah kuat, maka dia akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

4. Menghormati dan Mencintai Ibunya

Sebagai seorang anak yang broken home, Faaz tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar. Perceraian yang dialami oleh orang tuanya menjadi pelajaran berharga baginya. Tumbuh di tengah situasi emosional yang dialami Sang Ibu, membuat Faaz lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga ia menjadi anak yang patuh kepada nasehat ibu dan ayah sambungnya, Sonny Septian.

“Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu,” ujar Faaz yang dikutip dari akun YouTube Denny Sumargo.

Seorang anak yang mampu mencintai dan menghormati ibunya, insyaa Allah akan menjadi anak yang bertanggung jawab kelak baik sebagai anak, ayah dan suami. Rasa cintanya terhadap Sang Ibu membuat netizen terharu.

Pesona King Faaz membawa pengaruh positif bagi para orang tua dan anak-anak. Faaz menginspirasi banyak orang yang menginginkan mempunyai anak yang pintar, soleh dan berkarakter seperti dirinya. Fairuz dan Sonny telah berhasil sebagai orang tua dalam mendidik anak-anaknya.





Minggu, 29 Mei 2022

Cerita sang Ibu dalam Memilih Sekolah untuk Maudy Ayunda

Cerita sang Ibu dalam Memilih Sekolah untuk Maudy Ayunda

"Ibu Mauren rela duduk di kantin sekolah, untuk mengintip proses belajar di beberapa Sekolah Dasar (SD)"
Foto: Instagram.com/@muren.s
Artis cantik Maudy Ayunda sedang menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir, setelah mempublikasikan pernikahannya bersama Jesse Choi di Instagram pribadinya pada 22 Mei 2022 lalu. Kabar bahagia itu mengejutkan banyak orang, karena sebelumnya Maudy diketahui sedang tidak menjalin hubungan dengan seorang pria, tapi tiba-tiba langsung menikah. Maudy bertemu dengan pujaan hatinya ketika menempuh pendidikan S2 di Stanford University, dimana mereka berdua belajar di university dan jurusan yang sama yaitu Master of Business Administration (MBA).
Foto: Instagram.com/@maudyayunda                                                                                      
Ramainya pemberitaan media mengenai Maudy Ayunda, membuat banyak orang menyorot kehidupan Maudy baik dari segi percintaan, keluarga, karir dan pendidikannya. Yang paling menonjol dan dikagumi banyak orang dari segi prestasi akademiknya, sehingga banyak yang mencari tahu mengenai latar belakang pendidikan Maudy mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai kuliah S2.

Diketahui, Maudy menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Mentari International School yang sekarang berganti nama Mentari Intercultural School di Jakarta. Maudy melanjutkan studynya di SMA British International School Jakarta, S1 di Oxford University dan S2 di Stanford University. 

Orang mulai menghitung-hitung biaya pendidikan Maudy dan berpikir jika ingin berhasil seperti Maudy, maka harus bersekolah di sekolah bertaraf internasional. Namun anggapan ini sudah dipatahkan oleh ibunda Maudy, Mauren Jasmedi, yang mengatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan tidak harus sekolah bertaraf internasional. Beliau menceritakan melalui Instagram pribadinya @muren.s pada 10 Juli 2021, bagaimana waktu itu mencari sekolah yang cocok untuk putrinya, Maudy Ayunda:

Haruskah sekolah di Sekolah International ??
Kemarin sempat dibahas di sosmed, bahkan banyak yang mencoba menghitung-hitung uang sekolah anak saya😊. Karena sedang luang, biarlah saya berbagi di sini. Perjuangan saya saat menjadi ibu-ibu muda kala itu.😊
Foto Maudy saat sekolah di Mentari International School
(Sumber: Instagram.com/@muren.s)
Saat anak saya TK & sampai kelas 2 SD, mereka bersekolah di sekolah berkurikulum nasional awalnya, sama sekali tidak terpikir pindahkan anak dari sekolah tersebut. Sampai suatu saat, ketika saya menemani anak-anak belajar, saya kecewa atas materi pembelajaran kala itu, dimana murid diminta menghapal nama-nama kecamatan di Jakarta, dan materi-materi hapalan lain yang saya anggap kurang tepat. 

Sejak itu, ada saja materi belajar anak-anak yang membuat saya tidak nyaman. Mau protes tapi kepada siapa? Daripada sibuk cari kesalahan orang, mulailah saya hunting mencari sekolah lain yang lebih sesuai harapan saya. Saat mencari-cari SD kala itu, saya tidak masuk ke ruang kantor, tapi saya coba duduk di kantin, mendengar murid-murid berceloteh, mengintip proses belajar di beberapa kelas & itu saya lakukan setiap hari dibeberapa SD. 

Hingga suatu hari, saya mendapatkan 1 SD berkurikulum Nasional Plus, yang terbilang masih baru, & bahkan anak saya baru akan menjadi angkatan ke 2 di sekolah itu & bermurid hanya 9 orang per kelas. Mungkin bagi sebagian orang, sekolah dengan minim fasilitas ini bukan pilihan menarik. Tapi saat memasuki sekolah itu saya sungguh telah jatuh cinta. Sekolah itu tidak besar, tapi murid-muridnya terlihat sangat santun, walau berbicara dalam bahasa asing. Guru-guru terlihat begitu dekat dengan murid-murid. Saat saya mengintip di kelas-kelas, terasa proses belajar yang menyenangkan, melibatkan murid secara aktif, berkomunikasi 2 arah & kelas terlihat penuh semangat & kegembiraan. Uniknya walau bukan sekolah islam, terlihat beberapa anak-anak muslim, sholat bersama guru agama di sekolah tersebut. 

Keesokan harinya saya sudah tidak sabar mengajak anak saya berkunjung ke sekolah tersebut (terpaksa bolos). Dan tepat di hari survey itu, hanya dalam 1 hari, sulungku bahkan sudah berkeputusan tidak lagi ingin bersekolah di sekolah lama, padahal kami hanya berkeliling sekolah yang kecil & akhirnya diizinkan trial hadir di dalam kelas hingga kelas berakhir. Saat saya intip lewat jendela kelas, saya baru sadar bahwa dia kebingungan di dalam kelas karena belum mampu berbahasa inggris dengan baik.

Saya baru menyadari bahwa dia kebingungan di dalam kelas itu karena belum mampu berbahasa inggris dengan baik. Namun dasarnya pejuang tangguh & penyuka tantangan, anakku meyakinkan saya saat itu, bahwa ia siap menerima tantangan harus belajar bahasa baru & materi pelajaran yang mungkin bisa membuat dia mengulang kelas, asalkan tetap bisa bersekolah di SD tersebut. 

Dipertengahan kelas 2 SD, sulungku mantap merelakan sekolah lamanya, yg memberinya lebih banyak fasilitas & berhalaman luas, demi sekolah barunya, yang walau kecil namun telah mampu mencuri hati kami teramat dalam. Disanalah akhirnya anak-anak saya menghabiskan sekolah dasar hingga masa SMP mereka usai (9 tahun).

SD dan SMP itu, tumbuh bersama seperti keluarga dengan anak-anak kami. Sekarang sekolah tersebut sudah menjadi besar bahkan menjadi sekolah internasional favorit, yang memiliki banyak murid. Dan tentu saja bicara soal uang sekolah, SD yang saat itu baru punya 2 angkatan belum lah pede membandrol harga mahal seperti sekarang😅.

Saatnya pilih SMA, keputusannya pun diambil dari hasil pertimbangan & diskusi panjang, bareng anak-anak. "Bayar sekolahnya pakai uang aku aja ma," kata sulungku yang saat itu sudah punya tabungan sendiri dari menjadi model & BA beberapa produk, a.l .pembalut Lxxrier dan Sabun Bxore. Tak sampai hati memakai uang anak😝, yang sangat ingin bersekolah disana, kami pun menawarkan 1 solusi yang membuat mereka belajar membuat pilihan melalui sebuah pengorbanan. "Gimana kalo mobil antar jemput kalian dijual buat bayar sekolah. tapi kalian naik bis sekolah setiap harinya nanti? Dan mereka pun menyetujui pilihan itu. 

Selama SMA kubiarkan anak-anak naik bis jemputan sekolah setiap hari dari Bintaro ke Kemang. Walau mereka harus dijemput lebih pagi dan pulang lebih sore, bahkan kadang tertidur di mobil karena mobil itu berisi sampai 12 orang untuk area Jakarta Selatan yang harus diantar jemput satu persatu💪😣.
Sebuah pengalaman cukup berat masa itu namun manis untuk dikenang sekarang😊. Apakah harus Sekolah International?? Tentu tidak. Tapi kalau keputusan yang diambil tersebut berbuah lebih banyak pembelajaran kehidupan, layak diperjuangkan bukan??❤

Keberhasilan Maudy Ayunda tak lepas dari hasil jerih payah sang Ibu yang berusaha memberikan pendidikan terbaik dan cocok buat anaknya. Seorang ibu berperan penting dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan caranya sendiri, yang terpenting bisa membawa dampak positif terhadap kehidupan anaknya.

Seorang ibu sering disebut sebagai “Madrasah buat anak-anaknya,” dan itu sangat benar sekali, karena seorang ibu lah yang pertamakali mengajarkan anak-anaknya berbicara dari kecil bahkan sejak di dalam kandungan. Sebagai seorang ibu, Ibu Mauren telah memberikan pembelajaran buat para ibu bagaimana cara mendidik dan mencarikan sekolah buat anak-anaknya agar tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berkarakter seperti Maudy Ayunda.

Dari ibu Mauren kita bisa belajar bahwa: 1). Mencari sekolah buat anak esensinya adalah kenyamanan dalam belajar, bukan gedung mewah dan berbagai macam fasilitas lainnya. Ketika anak sudah nyaman belajar di suatu sekolah tertentu, akan membuat dia mampu menyerap pelajaran dengan baik, dan tumbuh kembangnya pun akan menjadi lebih baik. 2). Mengajak diskusi anak dalam menentukan sebuah keputusan yang akan dijalaninya. 3). Mengajarkan anak untuk berkorban atau merelakan sesuatu yang dimilikinya untuk tujuan atau masa depan yang lebih baik. 4). Mengajarkan anak untuk mandiri. Sikap mandiri sejak kecil akan membuat anak menjadi sosok yang bertanggung jawab, mampu menentukan keputusan terbaik yang harus diambil untuk memecahkan suatu masalah dan berani menanggung resiko atas keputusannya.

Dari cerita Ibu Mauren ini, semoga para ibu di luar sana bisa memetik pelajaran berharga, agar anak-anak bisa tumbuh dengan optimal sesuai kemampuan dan skill yang dimilikinya.