3 Fakta Unik Masjid Merah Taman Dayu Pandaan

"Beribadah sekaligus berwisata ke Masjid Merah 'Moekhlas Sidik' Pandaan"


Masjid Moekhlas Sidik
Halo Sahabat Inspirasi, beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi Masjid Merah yang sekarang sedang viral, khususnya di daerah Pasuruan dan sekitarnya. Masjid ini berlokasi di Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Dan sudah diresmikan pada hari Kamis, tanggal 19 September 2019 atau 19 Muharram 1441 H.

Sepintas tidak ada yang istimewa dari Masjid ini, tetapi mengapa banyak orang yang tertarik untuk mengunjunginya. Apa yang menjadi daya tarik dari Masjid ini? Berikut beberapa fakta unik Masjid Merah Pandaan:

1. Masjid Berwarna Merah

Merah, warna yang sangat mencolok dan berani, apalagi kalau digunakan untuk warna cat sebuah masjid. Bagaimana tidak, warna cat masjid umumnya berwarna hijau, putih, gold, dan sejenisnya. Warna merah sama sekali tidak identik dengan warna masjid. Tanpa disadari, ternyata inilah yang nenjadi daya pikat Masjid ini. Warna yang tidak umum inilah yang menimbulkan keingintahuan masyarakat karena dipandang sebagai sesuatu yang baru dan berbeda.

Di Indonesia, warna merah identik dengan nama sebuah partai politik besar yang cukup dikenal masyarakat. Ketika mendengar dan melihat Masjid Merah, umumnya orang akan beranggapan bahwa masjid ini dibangun dan dimiliki oleh partai tersebut. Namun ternyata, masjid ini dibangun oleh salah seorang tokoh masyarakat dan tidak ada sangkut pautnya dengan sebuah partai tertentu.

Uniknya lagi, masjid ini didesain tanpa pintu dan jendela. Hanya berdiri tiang-tiang kokoh yang mengelilingi bangunan masjid. Jadi pengunjung bisa masuk dari sisi mana saja. Juga, tidak ada Menara dan hanya ada kubah di bagian tengahnya.

2. Bernama Asli ‘Masjid Moekhlas Sidik’

Tak banyak yang tahu, Masjid Merah memiliki nama asli ‘Masjid Moekhlas Sidik’. Nama itu diambil dari nama salah seorang tokoh masyarakat yang membangun masjid tersebut dari kantong pribadinya yaitu H. Moekhlas Sidik. Beliau merupakan seorang purnawirawan TNI dengan pangkat Laksamana Madya (Laksda).

Dilansir dari tni.mil.id, Laksda Moekhlas Sidik lahir di Jombang, 12 Juli 1953. Ia sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Manajemen Nasional di Lemhanas RI sejak 23 Mei 2005.

Setelah menamatkan Pendidikan militer di Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) 1977, Moekhlas mengawali karir militernya di armada KRI Lambung Mangkurat sebagai Padiv Bah pada 1978. Penugasan selanjutnya pada 1988 menjadi Pembantu Athan di Davao, Filipina. Ia menempati posisi di Bais sebagai Karo I Ilpeng dan Pasubsi Mindik (1992-1993).

Pada 1994, ia bertugas di KRI Samdikun sebagai Palaksa. Komandan KRI Singa (1995) dan Komandan KRI Malahayati (1996). Pada 1997 menjadi Dansatpaska Koarmatim, Dan Satfib Koarmatim (2000), dilanjutkan menjadi Dan Flotila I di Koarmatim (2001).

Pada 2002, Moeklas menjadi Sahli Panglima/Sahli ‘A’ Wilnas/Sahli Pang ‘A’ Wilnas di Koarmatim. Pada tahun yang sama ia menjadi Komandan Gugus Kemanan Laut Timur (Dan Guskamlatim), menjabat Danlantamal VI (2003), kemudian mendapat tugas sebagai Kasarmabar (2003).

Dilansir dari id.m.wikipedia.org, pada tanggal 3 Maret 2010 ia dipercaya menduduki jabatan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI menggantikan Marsdya TNI Edy Harjoko.

3. Sebagai Tempat Wisata

Masjid Merah yang notabenenya sebagai tempat ibadah, kini menjelma sebagai tempat wisata. Dengan tidak menghilangkan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah umat islam, Masjid Merah kini banyak dikunjungi oleh para wisatawan.
Terletak di tengah persawahan membuat view-nya cukup menawan, terlebih jika dilihat dari kejauhan. View di setiap sudut masjid dan disekitarnya pun cukup instagramable, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama di sini baik untuk beribadah maupun berswafoto. 

Di sekeliling masjid sudah dibangun beberapa fasilitas untuk memanjakan pengunjung, seperti lahan parkir, kamar mandi/toilet, warung/kafe dan tempat bermain anak.

Beribadah ke masjid tidak lengkap rasanya kalau tidak tersedia kamar mandi atau toilet umum. Tak perlu khawatir di sini sudah dibangun beberapa kamar mandi/toilet umum yang cukup bersih dan representative. Anda bisa berjalan ke sebelah timur masjid dan menuruni anak tangga untuk sampai ke toilet tersebut.

Berkunjung ke Masjid Merah bisa untuk beribadah sekaligus tempat refreshing. Selesai sholat Anda bisa bersantai dan beristirahat sambil menikmati makanan di waroeng Sumringah, yang bersebelahan dengan Masjid Merah. Menu makanan yang disajikannya pun bervariasi. Untuk makanan berat ada nasi goreng, lalapan, bebek rica-rica, bebek goreng, tempe sambal ijo, dan masih banyak lagi. Beberapa aneka minuman dan makanan dim sum pun juga tersedia.


Playground
Bagi Anda yang membawa anak kecil dan mau bermain-main, di sini telah tersedia playground untuk bermain anak-anak. Ada Kereta api, kids ride dan ATV/Mini Trail. Untuk menggunakan fasilitas ini, tentunya Anda perlu membayar tiket masuk yang harganya cukup terjangkau sekitar 10.000 – 25.000 Rupiah.
Cukup menarik bukan? Beribadah sekaligus me-refresh pikiran dan tubuh kita, cukup dengan pergi ke Masjid Merah Pandaan Pasuruan.

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.